Suara.com - Bocah Obesitas di Karawang Meninggal, Sesak Napas karena Sakit Jantung?
Setia, bocah obesitas asal Karawang dengan berat lebih dari 100 kg, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (29/9) lalu. Ia diketahui mengalami sesak napas terus-menerus sesaat sebelum meninggal dunia.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Siloam Kebon Jeruk, Prof. Dr. Ganesja M. Harimurti, Sp.JP mengatakan rasa sesak napas yang diderita Setia bisa jadi disebabkan otot jantung yang tidak bekerja maksimal, karena tertekan oleh timbunan lemak.
"Jadi otot jantungnya berlemak sehingga kemudian menganggu aktivitas daripada jantungnya, kolestrol tinggi apalah-apalah, jadi jantungnya mompanya nggak bagus, akibatnya dia sesak napas," ujar Prof.Ganesja di RS. Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019)
Belum lagi berat Setia yang mencapai 100 kilogram membuatnya akan sulit bergerak, dan lemak semakin banyak menimbun tubuhnya termasuk organ jantung. Prof. Ganesja juga membenarkan sesak napas, jadi salah satu gejala penyakit jantung.
"Sesak napas itu tidak bisa bernafas dengan sempurna, seolah-olah kekurangan udara dan oksigen. Biasanya kalau jalan sedikit, sesak, atau mudah capek, dan tiba-tiba malam terbangun karena sesak," jelasnya.
Dalam kasus Setia, Prof. Ganesja mengingatkan untuk anak 7 tahun dan memiliki obesitas yang begitu parahnya, maka orang tua jangan lagi memandang hanya sekedar anak memiliki nafsu makan berlebih. Tapi lihatlah, bahwa ada yang tidak beres dengan hormon si anak, dan segera periksa ke dokter.
Belum lagi kalau jantung sudah diserang yang ditandai sesak napas pada orang obesitas, sangat sulit memberikan pertolongan pertama. Bahkan cenderung nihil alias tidak bisa diapa-apakan selain dibawa ke rumah sakit.
"Harus periksa kenapa anak 7 tahun 100 kg, biasanya kalau anak segemuk-gemuknya itu 7 tahun nggak sampai 100 kilo. Sehingga kemudian ada masalah pada anak itu, masalah pada hormon, sehingga dia jadi gemuk," tutup Prof. Ganesja.
Baca Juga: Sehari Makan 5 Piring, Ini Anjuran Dokter Bagi Bocah Obesitas Asal Karawang
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS