Health / Men
Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:15 WIB
Rodrigo Alves. (Instagram/@rodrigoalvesuk)

Suara.com - Rodrigo Alves dikenal sebagai 'manusia boneka-Ken' karena kemiripannya dengan 'kekasih' Barbie. Ia telah melakukan berbagai metode operasi plastik untuk membuatnya mirip dengan boneka tersebut.

Sayangnya, sekarang ini ia sedang mengalami infeksi dan meninggalkan jaringan parut di bagian hidung, yang sudah dioperasi puluhan kali, hingga dirinya kesulitan bernapas.

Prosedur operasi plastik ke-72 yang Alves lakukan menghabiskan uang lebih dari Rp10 miliar.

Dokter bedah yang menanganinya memperingatkan obsesinya terhadap operasi plastik ini dapat berdampak negatif pada kesehatan jika tidak dihentikan.

Alves mengatakan, akibat dari kerusakan jaringan dari banyaknya operasi hidung yang dilakukan, hidungnya menjadi 'tenggelam'. Menyebabkan lubang di wajahnya.

"Aku takut, jujur saja. Setiap kali (operasi lagi) lebih berisiko daripada (operasi) yang sebelumnya," kata Alves pada Daily Mail.

Ia menjelaskan, prosedur tambahan diperlukan untuk memperbaiki komplikasi dari operasi sebelumnya.

Rodrigo Alves si Barbie Ken. [Twitter]

"Dulu itu keinginan, sekarang malah menjadi kebutuhan," sambungnya tentang operasi plastik yang dilakukannya berulang kali.

Operasi plastik sebenarnya bermanfaat, salah satunya dapat meningkatkan harga diri seseorang, kata Dr. Alan Matarasso, mantan presiden American Society of Plastic Surgeons.

Baca Juga: Nita Thalia Operasi Plastik Pakai Uang Warisan?

Sekitar 23 juta operasi kosmetik dilakukan setiap tahun di seluruh dunia, dan umumnya dianggap aman.

Tetapi seperti semua operasi, prosedur ini memiliki risiko termasuk jaringan parut, kerusakan saraf, infeksi, dan komplikasi dari anestesi bedah.

Melakukan banyak prosedur tentu menambah risiko.

Salah seorang dokter yang menangani Alves pernah mengatakan padanya, melakukan tiga operasi plastik dalam setahun dapat menghancurkan jaringan kulit.

"Operasi plastik itu aman. Ini efektif. Ada di mana-mana. Tapi ini bukan potong rambut. Semua prosedur ini memiliki risiko," kata Matarasso kepada Insider.

Load More