Suara.com - Tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses pendidikan yang baik. Beberapa daerah bahkan dikategorikan sebagai daerah tertinggal, dengan kriteria yang meliputi aksesibilitas, keuangan daerah, karakteristik daerah, faktor SDM, ekonomi, dan sarana prasarana yang kurang memadai.
Kondisi pendidikan merupakan salah satu persoalan utama di daerah tertinggal yang membutuhkan perhatian khusus. Masalah pendidikan ini dipicu oleh tingginya angka putus sekolah, sarana prasarana yang belum memadai, minimnya tenaga pengajar, dan rendahnya mutu pelayanan pendidikan.
“Kondisi permasalahan pendidikan di Indonesia di daerah daerah tertinggal ini, semakin jauh dari ibukota kabupaten, jumlah gurunya itu semakin kurang. Masalah kualitas, tidak semua guru-guru yang mengajar di sekolah SD maupun SMP itu punya kualifikasi seperti yang dipersyaratkan. Banyak guru-guru yang hanya lulus D1 sampai dengan D3, dan walaupun mereka lulus S1 pun biasanya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan, bukan dari pendidikan guru SD atau SMP,” ujar Supriyo, Kasubdit Pendidikan, Direktorat PSDM, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.
Zenius Education, sebagai salah satu pionir EdTech di Indonesia, yang memiliki misi mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan ketimbang menjadi generasi penghapal, telah mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Mei 2019 untuk mengembangkan daerah tertinggal. Dan pada akhir Agustus 2019 lalu, Zenius Education mengunjungi Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, salah satu daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di Indonesia untuk mengimplementasikan Zenius Prestasi.
Zenius Prestasi sendiri merupakan sebuah kotak peladen (server) yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk mengakses materi pelajaran Zenius Education tanpa koneksi internet. Dengan fitur video belajar yang lengkap mengikuti perkembangan kurikulum, paket soal latihan dan ujian dengan komposisi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan Lower Order Thinking Skill (LOTS) yang proporsional, serta pemetaan kemampuan siswa dan prediksi rekomendasi belajar, Zenius Prestasi dapat membantu siswa untuk belajar dan membantu daerah yang memiliki keterbatasan jumlah guru untuk memantau perkembangan belajar siswa dan menyusun program pembelajaran selanjutnya.
“Untuk membantu pemecahan permasalahan pendidikan di Indonesia yang cukup luas dan kompleks memang tidak bisa hanya bergantung kepada satu pihak, apalagi hanya dengan pemerintah saja. Kami dari Kementerian Desa mengupayakan kemitraan kerjasama untuk bersama-sama bekerja bersama untuk membantu pemecahan masalah pendidikan. Kenapa Zenius, karena dengan inovasi ini dapat membantu untuk mengurangi beban tugas dari guru dan juga memungkinkan dengan jumlah guru yang sedikit tapi bisa melayani siswa dengan jumlah yang cukup besar,” ujar Priyono, Direktur PSDM, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.
Hingga saat ini, Zenius telah memasang Zenius Prestasi di 15 sekolah di Kabupaten Sambas, di antaranya SDN 01 Mentawa, SDN 02 Dalam Kaum, SMPN 01 Sambas, SMPN 1 Sajingan Besar, SMPN 2 Sajingan Besar, dan lainnya.
Program digitalisasi sekolah ini juga mengundang antusiasme guru-guru yang cukup besar. Khoirotun, salah satu guru yang mengajar di SDN 02 Sambas, mengatakan, “Siswa sangat antusias dan senang dengan adanya tambahan materi pembelajaran dari Zenius. Teknologi seperti ini sangat membantu guru dalam kegiatan KBM sehari-hari. Sebagai tenaga pendidik, kami siap belajar terhadap perkembangan teknologi yang akan kami hadapi di kemudian hari.”
Ke depannya, Zenius bercita-cita Zenius Prestasi juga bisa mentransformasi digital sekolah-sekolah di daerah 3T lainnya dan juga di seluruh Indonesia. “Zenius Prestasi ada untuk para Bapak/Ibu guru, dan dalam proses pengembangannya kami aktif melibatkan para guru untuk memastikan fitur-fiturnya relevan dan sesuai kebutuhan kegiatan belajar mengajar di kelas. Zenius terus bertumbuh dalam karya dan kepedulian terhadap pendidikan di seluruh Indonesia, dan implementasi Zenius Prestasi di Sambas ini menandai dimulainya naik kelasnya pendidikan di daerah tertinggal melalui digitalisasi dan teknologi. Kami berharap Zenius tidak hanya dapat menemani siswa dalam belajar, tetapi juga membantu guru-guru dalam memfasilitasi pembelajaran, menginspirasi siswa, dan membentuk karakter muda-mudi Indonesia,” ujar Amanda Witdarmono, Chief of Education Initiatives Zenius Education.
Baca Juga: Rumah Bimbel Jadi Bidang Pendidikan yang tak Kalah Penting
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia