Suara.com - Hampir semua orang nampaknya sulit lepas dari ponsel. Akibatnya, sudah banyak kasus seseorang mengalami kecanduan gadget karena sering bermain game dan lainnya.
Baru-baru ini akun Twitter @Ezzudinesa mengunggah video salah satu temannya yang mengalami kecanduan ponsel. Video itu memperlihatkan temannya yang sedang tertidur tengah menggerakan kedua tangannya seolah sedang bermain ponsel dan mengetik pesan.
"Kepada siapa dia mengirim WhatsApp dalam mimpinya?" tulis akun Twitter tersebut dikutip dari World of Buzz.
Karena terheran melihat ulah temannya. pemilik akun Twitter tersebut menaruh ponsel di tangan temannya yang tertidur. Ia berharap bisa mengetahui apa yang diketik oleh temannya ketika tertidur dengan tangan seolah memegang ponsel.
Sayangnya, usaha pemilik akun Twitter tidak berhasil. Video unggahan tersebut pun cukup mendapat banyak perhatian publik.
Setidaknya, pria tersebut tidak tidur dan mengetik ponsel sungguhan. Tetapi, perilaku pria tersebut sama halnya orang ketergantungan ponsel yang tidak sehat dan telah memengaruhi alam bawah sadarnya.
Melalui kejadian ini, nampaknya Anda perlu mengetahui bagaimana cara ponsel memengaruhi tubuh dan pikiran seseorang. Melansir dari The Healthy, ada banyak efek penggunaan ponsel pada pikiran manusia.
1. Mengganggu tidur
Bermain ponsel sebelum tidur bisa mengganggu tidur. Cahaya biru dari gelombang panjang pendek yang dipancarkan ponsel bisa menghambat produksi melatonin.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Rawat Inap Akibat Sleep Apnea, Apa Penyebabnya?
2. Sulit fokus
Penggunaan ponsel yang sudah membuat kecanduan dapat menurunkan tingkat fokus atau konsentrasi seseorang. Sehingga orang sulit terfokus mengerjakan suatu tugas dan perlu membatasi penggunaan ponsel.
3. Menurunkan daya ingat
Semakin canggihnya teknologi yang membuat candu ini juga berdampak pada memori seseorang. Terutama pada anak-anak yang suka mengambil foto dari materi-materi yang diberikan.
Foto tentu saja tidak membantu anak ingat apapun ilmu yang diberikan. Berbeda ketika anak mau menulis lagi materi yang diberikan.
4. Sakit tangan
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa WhatsApp Call, Harga Ramah di Kantong Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Fakta Lonjakan Trafik Data Lebaran 2026 XLSMART, WhatsApp Naik 64%
-
Terpopuler: Cara Mengatasi WhatsApp Pending, Rekomendasi HP Infinix Kamera Resolusi Tinggi
-
10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS