Suara.com - Viral Cerita Ibu Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi, Ini Gejala Depresinya
Dukungan positif untuk ibu yang baru saja melahirkan adalah hal yang sangat penting. Begitu banyak kasus kekerasan yang dilakukan ibu pada bayi mereka, karena tak mendapat dukungan positif dari orang-orang di sekitarnya.
Salah satunya seperti yang dikisahkan oleh akun Twitter @junantos. Dalam postingan panjangnya yang viral, yang sudah mendapatkan lebih dari 9 ribu likes, serta diretweet lebih dari 16 ribu kali, ia membagikan kembali kisah yang ia dapat dari sebuah grup WhatsApp.
"Jadi ceritanya si ibu bunuh bayinya sendiri dengan meneenggelamkannya di bak mandi. Terus ditanyalah ama psikolog, kenapanya..Dari awal hamil, si ibu nih udah khawatir bakal ga becus jd ibu dll. dia cerita ke suaminya. Tapi tanggapan suaminya acuh dan bilang harusnya dia bahagia menyambut kehamilan tersebut seperti perempuan lain pada umumnya, ga usah lebay!" tulis postingan tersebut.
Hari demi hari kehamilan, perasaan yang dirasakan ibu tersebut semakin berat. Namun ia takut untuk menceritakan hal tersebut ke suaminya lagu karena bukannya menenangkan, dirinya pasti akan dimarahi.
Hingga akhirnya ibu tersebut melahirkan dan bebannya semakin sulit dirasa. Mulai dari bayi yang sering menangis, kurangnya waktu tidur, kelelahan dan menghadapi berbagai komentar negatif dari orang-orang di sekitarnya, membuat ibu tersebut sering mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya mengirim buah hatinya kembali ke surga, karena dia harus diurus oleh ibu yang tak becus.
"Awalnya si ibu tepis, dia curhat ke tetangga, tapi kata tetangga, dia cuma kurang iman! Suatu saat si suami libur kerja, si ibu minta tolong agar suami jagain anaknya. Dy pingin tidur sebentar. Tetapi si suami menolak," tulis kisah itu.
Hingga ia pun ditinggal tidur oleh suaminya dan melihat bayinya gerah berkeringat. Si ibu pun berinisiatif memandikan bayinya. Dan kembali bisikan itu datang lagi. Ia mendengar, bisikan tersebut menyuruhkan meletakkan bayinya di dalam bak berisi air supaya buah hatinya tersebut tenang dan tak menangis lagi. Karena lelah, ibu tersebut pun menuruti bisikan tadi.
"Dia lega, akhirnya anaknya sudah berhenti menangis, akhirnya dia bisa istirahat, tidur pulas. Ia bangun karena suara si suami yang hsteris dari kamar mandi sambil gendong bayinya yang udah ga bernyawa lagi. Pas ditanya psikolog tentang perasaannya, si ibu bilang, lega," lanjut tulisan tersebut.
"Lega, akhirnya si suami punya inisiatif sendiri menggendong anakya tanpa diminta. Lega, akhirnya si bayi udah ga rewel, bahkan tenang karena sudah dikirimnya ke surga dr pada diurus ibu ga becus macam dia yang produksi ASI aja ga mampu. Lega, akhirnya dia bisa istirahat setelah lelah sekian lama. Dan lega, akhirnya curhatan dia ada yang mendengarkan dan tidak ada penghakiman," tutup kisah tersebut.
Berdasarkan kisah tersebut, dikutip dari Hello Dokter, ibu tersebut mungkin mengalami psikosis postpartum. Sebuah penyakit mental serius dan jarang terjadi, yang dapat menyerang perempuan yang baru menjadi ibu. Psikosis postpartum biasanya mulai terjadi beberapa hari atau minggu setelah melahirkan dan bisa tiba-tiba terjadi.
Baca Juga: Diduga Panik Dirampok, Ibu dan Anak Pilih Terjun dari Lantai 3
Psikosis postpartum lebih mirip dengan gangguan bipolar dan manic depression, dibandingkan dengan depresi.
Setiap kasus psikosis postpartum memiliki gejala yang berbeda, tapi gejala yang umum terjadi yaitu:
- Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
- Perubahan mood yang ekstrim (mood swings)
- Perilaku manik, seperti membersihkan rumah pada tengah malam
- Merasa terputus dari kenyataan
- Merasa bingung, mungkin tidak mengenali teman atau keluarga
- Berkhayal, percaya pada hal yang tidak benar atau tidak logis.
Saat mengalami gejala tersebut, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan sesegera mungkin. Jika kondisi tidak ditangani, halusinasi dan khayalan dapat membuat Anda melakukan hal yang tidak akan Anda pikirkan dalam keadaan sehat. Hal ini dapat membahayakan hidup Anda dan bayi Anda.
Dalam Twitternya, @junantos berpesan, agar setiap orang bisa lebih menjaga mulut dan ucapan mereka, terutama pada ibu yang baru saja melahirkan.
"Hari ini mental kebanyakan ibu-ibu mulai melemah bukan karna gk berusaha membentengi diri tapi karna banyak mulur dan respon jahat di luar sana yg gk bisa mereka cegah untuk dengar. Kalo kita gak bisa menyumbang untuk perbaikan mental org lain, minimal kita gak jadi racun," tutup dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga