Suara.com - Anda mungkin tidak menyadarinya, sebenarnya pikiran negatif bisa memengaruhi kesehatan otak. Pikiran negatif sebenarnya akan membuat otak memompa zat kimia yang kemudian memengaruhi perasaan.
Di sisi lain, meski mudah untuk mengatakan 'pikirkan apa yang membuatmu bahagia' pada kenyataannya hal itu susah dilakukan. Karena mayoritas orang tidak memiliki kendali tentang apa yang dipikirkannya.
Hingga akhirnya akan menghasilkan pemikiran negatif secara otomatis atau automatic negative thoughts (ANT) yang terus menerus muncul dan akan menginfeksi otak, serta mencuri kebahagiaan.
Dilansir dari medical daily, menurut penelitian sebelumnya mengenai ANT konstan yang membanjiri otak akan memberikan efek instan pada otak kecil atau yang terlibat dalam koordinasi dan organisasi pemikiran.
Pikiran negatif yang secara terus menerus itu akan mengurangi aktivitas di lubos temporal yang kemudian bisa menyebabkan masalah memori, pikiran gelap, hingga depresi.
Bahkan efek jangka panjangnya, pikiran negatif yang terus menerus itu akan mengubah jaringan saraf yang membuat kita mudah untuk memikirkan banyak hal-hal buruk. Pada akhirnya hal ini bisa menyebabkan orang mengambil keputusan secara buruk yang lantas mengakibatkan lebih banyak ANT.
Pada akhirnya akan membuat orang merasa lebih buruk dan terus mengurangi siklus tersebut. Lalu untuk menghindarinya, apa yang perlu dilakukan?
Jika Saat ini Anda sedang mengalaminya, Anda bisa melawan ANT dengan latihan. Ini bisa dilakukan dengan mengenali pikiran negatif yang dimiliki dan mengidentifikasinya hanya sebagai sebuah pikirin.
Dalam kebanyakan kasus, menjadi rasional dan lebih sadar diri tentang pemikiran bisa menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan fungsi otak.
Baca Juga: Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak? Ini Kata Peneliti
Berita Terkait
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap
-
Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal