Suara.com - Bermain ponsel sebelum tidur adalah kebiasaan yang cukup sulit ditinggalkan bagi sebagian orang.
Seperti yang sudah dikatakan oleh pakar, layar ponsel memancarkan cahaya biru yang dapat menganggu ritme sirkardian dan memengaruhi kualitas tidur.
Lebih dari itu, sebuah penelitian menunjukkan cahaya LED biru dapat mempercepat proses penuaan dan merusak sel-sel otak.
Melansir China Press via World of Buzz, penelitian ini dilakukan oleh Oregon State University pada lalat buah. Disebutkan sel otak lalat buah yang terpapar lampu LED biru akan membusuk.
Penulis utama makalah penelitian ini, Profesor Jaga Giebultowicz, juga mengatakan cahaya buatan ini dapat memotong rentang hidup lalat buah dengan jumlah yang cukup banyak.
Dalam percobaan, lalat buah yang terpapar cahaya biru buatan dalam waktu 12 jam dan gelap total memiliki risiko 15% untuk hidup lebih pendek daripada lalat yang hidup terpapar kegelapan total serta lalat yang hidup dengan cahaya alami.
Lalat yang terpapar cahaya biru juga mengalami kerusakan pada neuron otak serta sel-sel retina mereka.
Perlu juga dicatat bahwa beberapa lalat dalam percobaan ini tidak memiliki mata, karena mutasi bawaan. Namun, mereka masih menderita gangguan otak dan kapasitas motorik yang sama.
Meskipun ini mungkin bukan bukti konklusif bahwa lampu LED biru dapat mempersingkat hidup, Anda harus tetap berhati-hati dan biasakan menggunakan filter cahaya biru pada perangkat Anda agar tidak menganggu ritme sirkardian.
Baca Juga: Intens Main Ponsel Padahal Punya Mata Minus, Mata Remaja Ini Rusak Parah
Berita Terkait
-
Cara Menghubungi Dosen yang Benar Tanpa Perlu Menjadi Penjahat Waktu
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi Pemutih Kulit, Hasil Cerah Bertahap
-
5 Rekomendasi Body Lotion dengan Kandungan Retinol untuk Cegah Penuaan Dini
-
5 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Cegah Penuaan Dini, Wajah Bersih dan Cerah
-
5 Urutan Skincare Pagi Hari Pakai Day Cream untuk Cegah Penuaan Dini
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai