Suara.com - Yuk Cegah Kanker Payudara dengan Mengurangi Makanan Kekinian
Timbulnya penyakit kanker payudara, memang disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup atau makanan yang dikonsumsi.
Sebagai bentuk dukungan yang begitu penuh terhadap kampanye Breast Cancer Awareness yang diperingati pada bulan Oktober, YOUVIT multivitamin gummy mengadakan event bertajuk Care & Cure: Fight Back Breast Cancer.
Event ini terdiri dari talkshow dengan dr. Yendri Januardi, SpB(K)Onk, Pinklove Indonesia, sesi meditasi kesehatan bersama Rumah Barito dan konsultasi nutrisi serta cek kesehatan gratis.
“Kanker itu terjadi karena adanya mutasi gen, jadi sebenarnya ada di dalam kromosom gen. Jika tak adanya keseimbangan dalam tubuh, maka penyakit itu akan terus bertumbuh,” buka pembicara dr. Yendri Januari, SpB(K)Onk, Spesialis Onkologi Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Dalam diskusi yang berlangsung, dokter Yendri berbagi informasi bahwa deteksi dini kanker payudara melalui langkah SADARI sebaiknya dilakukan secara berkala oleh para perempuan di semua rentang usia.
Meskipun kebanyakan kasus kanker payudara terjadi di usia 40 tahun ke atas, Ia juga mengingatkan, bahwa kanker payudara bisa juga terjadi pada lelaki. Oleh karena itu, penyakit ini perlu diwaspadai oleh semua kalangan.
“Kalau memang sudah dinyatakan memiliki kanker payudara, sebaiknya segera melakukan terapi sesuai dengan stadium-nya, seperti kemoterapi, terapi hormone dan lain-lain. Semakin cepat bisa terdeteksi, dokter dapat melakukan langkah terbaik untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas,” ungkap dokter Yendri.
Baca Juga: Cara Cegah Kanker Payudara, Ini Cara Paling Efektif
Dalam kesempatan yang sama, Rachel Olsen, Nutrition Expert YOUVIT multivitamin gummy mengatakan, bahwa nutrisi alami juga memiliki peranan penting untuk proses reproduksi sel pada tubuh.
“Kalau tubuh kita tidak cukup mendapatkan nutrisi alami seperti vitamin dan mineral tiap harinya, secara perlahan ini dapat mengganggu proses pembentukan sel baru. Nah, kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sel akan berpotensi untuk tumbuh secara abnormal, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tumor bahkan kanker,” seru Rachel.
Rachel menambahkan bahwa kanker payudara maupun penyakit lainnya bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat, nutrisi yang seimbang, olahraga yang teratur dan tidur yang cukup.
“Kalau memang belum bisa memenuhi nutrisi dengan baik, jangan lupa untuk mengonsumsi multivitamin gummy seperti YOUVIT. Kan dugaannya lengkap, enak dan juga praktis tinggal dikunyah,” ujarnya.
Seperti diketahui, berdasarkam data WHO di tahun 2018, kasus kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama dibandingkan kasus kanker yang lain, yaitu 56.256 kasus per tahun, dengan angka kematian 22.692 kasus per tahunnya. [Aflaha Rizal]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya