Suara.com - Cegukan biasanya terjadi dalam waktu tertentu dan akan segera hilang dalam beberapa menit. Namun, jika cegukan tak kunjung hilang, jangan diabaikan.
Meski tak selalu merupakan tanda masalah kesehatan yang serius, cegukan yang berlangsung lama harus segera diperiksakan. Kasus seorang pria ini bisa dijadikan pelajaran.
Baru-baru ini seorang pria berusia 77 tahun dari Taiwan meninggal setelah mengalami cegukan selama dua minggu. Saat dirawat di Taipei Veterans General Hospital, selain mengalami cegukan yang tak kunjung hilang, pria tersebut juga tidak nafsu makan.
Dilansir dari Apple Daily via World of Buzz, pria tersebut mengatakan, makan dan minum justru akan membuat cegukannya semakin buruk. Akibatnya ia sulit makan dan merasa sangat lemah.
Dr Gao Zhijun dari unit gawat darurat (UGD) yang menanganinya, mulanya berpikir pria itu mengalami gangguan pencernaan, tetapi ia kemudian curiga bahwa pasien kemungkinan mengalami masalah jantung.
Setelah menjalani tes elektrokardiografi, pria itu didiagnosis menderita serangan jantung akut. Dia segera menjalani operasi, tetapi sayangnya ia meninggal satu minggu kemudian.
Menurut Dr Gao, keterlambatan dalam perawatan merupakan salah satu alasan pria tersebut meninggal. Mengingat pria itu telah mengalami cegukan selama dua minggu.
Cegukan sangat jarang menjadi gejala penyakit jantung atau infark miokard. Biasanya infark miokard meliputi tekanan, sesak, nyeri, mual, gangguan pencernaan, mulas, dan sakit perut.
Dr Gao menjelaskan, hanya ada satu kasus yang dilaporkan dalam 50 tahun terakhir di mana cegukan merupakan gejala dari serangan jantung.
Baca Juga: Wanita Ini Tak Berhenti Cegukan Selama Hampir 12 Tahun, Ini Kata Dokter
Namun, setelah kasus itu, rumah sakit menerima dua kasus serupa, yaitu di mana dua pria lansia yang mengalami diabetes, didiganosis menderita serangan jantung setelah mengelami cegukan secara terus-menerus selama satu hingga dua hari. Beruntung, mereka dirawat tepat waktu.
Berita Terkait
-
Pertolongan Pertama saat GERD Kambuh, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan
-
BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Jorge Costa, Eri Irianto dan 4 Pemain yang Meninggal Akibat Serangan Jantung
-
Innalillahi! Cristiano Ronaldo Bagikan Kabar Duka Cita
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi