Suara.com - Seorang bayi 7 bulan asal Singapura meninggal dunia setelah mengalami demam berkelanjutan. Ternyata bayi bernama Aiden tersebut menderita penyakit langka yang disebut penyakit Kawasaki.
Menurut ayahnya, Jeremy Chew, anaknya mengalami demam terus-menerus dan tidak menentu. Demam tingginya itupun diikuti gejala ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
"Dia diberi obat demam dan dokter anak di Rumah Sakit Mount Alvernia mengatakan itu hanya demam biasa," kata Jeremy Chew, dikutip dari Asia One.
Jeremy Chew mengaku tidak curiga dengan gejala penyakit yang diderita oleh anaknya. Ia juga tak paham anaknya sedang menderita penyakit Kawasaki.
"Kalau saja Aiden dirawat sebelumnya dan diberikan perawatan tepat mungkin tidak akan meninggal dunia," tutur sang ayah.
Mulanya, Aiden mendapat pengobatan demam biasa dari dokter anak. Tetapi, obat yang diresepkan oleh dokter tersebut tidak membuat kondisinya semakin baik.
Ketika kondisi Aiden semakin memburuk, dokter A&E dari Mt Alvernia lantas menyarankan Aiden untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter kedua langsung menduga bahwa Aiden menderita Kawasaki Disease (KD), tetapi ayah Aiden tidak mengetahuinya.
"Dokter sempat mencoba mengobatinya, tetapi perawatan IVIG standar tidak dapat menurunkan demam Aiden. Dokter lantas memeberi tahu kami bahwa ia tidak mampu menyelamatkan nyawa Aiden lagi. Ia bukan dokter spesialis di bidangnya sehingga ia menyarankan Aiden dilarikan ke Rumah Sakit KK untuk perawatan intensif," jelas Jeremy.
Setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut, dokter yang paham mengenai penyakit Kawasaki langsung menangani Aiden. Sayangnya, kondisi Aiden yang sudah cukup buruk membuat dokter tidak mampu menyelamatkannya.
Baca Juga: Nenek 67 Tahun Melahirkan Bayi Perempuan, Ternyata Ini Rahasia Kehamilannya
"Aiden baru diketahui menderita aneurisma jantung masif dan harus mendapat suntikan setiap hari untuk mencegah pembekuan darah di aneurisma yang memicu serangan jantung. Sayangnya, Aiden menderita serangan jantung parah," tandasnya.
Saat itu, Aiden pun harus mendapatkan transplantasi organ jantung. Tetapi, keluarga kesulitan mencari donor jantung. Sampai akhirnya Aiden meninggal dunia setelah 6 bulan berjuang melawan penyakitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial