3. Usia
Jumlah sel telur seorang perempuan dalam hidupnya akan ditentukan saat dia dilahirkan. Sel telur juga akan semakin menua dan memburuk kualitasnya seiring bertambahnya usia.
Di usia 20-an, seorang perempuan memiliki peluang 25-30 persen untuk hamil setiap bulannya. Probabilitas ini menurun hingga 5 persen pada usia 40 tahun.
Tentu saja, setiap perempuan berbeda dan tidak mungkin untuk secara tepat memprediksi hasilnya. Namun, dokter memperingatkan bahwa usia adalah faktor signifikan yang mempengaruhi kesuburan dan bahkan perawatan IVF (bayi tabung) tidak selalu dapat mengatasi komplikasi usia.
4. Berat badan tidak sehat
Kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan adalah alasan utama 12 persen kasus infertilitas, menurut American Society for Reproductive Medicine.
Berat badan yang tidak sehat dapat menyebabkan masalah dengan kadar hormon yang, pada gilirannya, menyebabkan gangguan ovulasi, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan meningkatkan risiko keguguran.
Untungnya, penyebab infertilitas ini biasanya dapat dibalik. Sebanyak 70 persen perempuan yang berat badannya kembali normal berhasil hamil tanpa perawatan tambahan. Perempuan harus memastikan bahwa indeks massa tubuh (BMI) mereka dalam kisaran yang sehat dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk rencana diet.
5. Paparan bahan kimia yang berlebihan
Baca Juga: Sering Terpapar Asap Rokok, Benarkah Perempuan Berisiko Susah Hamil?
Kita berasumsi bahwa produk kosmetik yang kita gunakan untuk tubuh kita dan bahan kimia pembersih rumah tangga yang kita gunakan adalah produk yang aman, tetapi hal ini tidak selalu terjadi.
Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia tertentu, seperti ftalat dan paraben, dapat menyebabkan gangguan endokrin dan masalah terkait lainnya. Studi ini menunjukkan bahwa sementara bahan kimia ini aman ketika diuji di laboratorium, para ilmuwan masih belum tahu pasti bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain di dalam tubuh.
Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, lebih baik aman daripada menyesal. Cobalah untuk memilih lebih banyak produk kosmetik alami dan batasi paparan Anda terhadap bahan kimia pembersih. Ada banyak resep pembersih alami yang bisa Anda gantikan dengan bahan kimia keras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh