Suara.com - Nadine Griffiths, seorang ibu dua anak dari Inggris menderita anemia, alopecia hingga kejang karena stres berat setelah mengalami keguguran.
Setelah mengalami keguguran pada 2012 silam, Nadine mengaku rambutnya sering rontok disertai kejang dan kekurangan zat besi.
Nadine mengaku sangat malu ketika banyak orang mengiranya sakit kanker karena kerontokan rambutnya. Padahal sebelumnya Nadine selalu tampil dengan rambut panjang.
"Kondisi ini mengambil kesan kewanitaanku. Saya merasa bersalah karena orang-orang di luar sana dengan kanker menjalani kemoterapi dan kehilangan rambut mereka," ujar Nadine dikutip dari Metro.
Wanita 29 tahun ini merasa rambut rontok dan masalah yang dideritanya sangat mengubah hidupnya. Ia menjadi tegang, emosional, gelisah dan cemas tentang segalanya.
Sebelumnya, Nadine mengetahui sedang hamil ketika pergi ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Saat itu Nadine merasa sangat kesakitan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Saya sangat terkejut ketika mereka memberi tahu bahwa saya hamil. Setelah 48 jam, petugas medis juga memberi tahu bahwa saya mengalami keguguran yang mengerikan," ujarnya.
Kenyataan bahwa ia hamil dan keguguran itulah membuat Nadine trauma dan stres. Bahkan ia juga menderita anemia dan sering kejang akibat stres pikirannya.
Karena itu semua, Nadine mulai mengalami kerontokan rambut yang awalnya hanya sebidang kecil menjadi lebih besar seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: Studi: Usia Menstruasi Pertama Pengaruhi Risiko Serangan Jantung
"Rambut rontok itu lebih dari dua minggu dimulai dengan sebidang kecil, 6 minggu kemudian sebagian besar hilang," ujarnya.
Ketika kepalanya mulai botak, Nadine kebingungan anak-anaknya mulai menanyakan rambutnya. Tetapi, Nadine merasa kesulitan menjelaskan tentang kondisinya ke anak-anak.
"Titik terendahku ketika aku sedang mandi di suatu pagi. Air yang mengenai kepala membuat rambutku rontok. Akhirnya aku berjuang menutupi kebotakanku dengan menggunakan penutup kepala," tuturnya.
Dalam istilah medis, kondisi yang dialami oleh Nadine disebut alopecia, yakni kerontokan rambut yang disebabkan oleh berbagai faktor termasuk usia dan kemoterapi.
Namun, bentuk spesifik alopecia dari Nadine akan disebut alopecia areata. Alopecia areata (AA) dipahami sebagai kondisi autoimun.
Sistem kekebalan yang biasanya melindungi tubuh dari penjajah asing, seperti virus dan bakteri, secara keliru menyerang folikel rambut. Inilah yang menyebabkan rambut rontok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak