Suara.com - Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menunjukkan angka cukup tinggi meski sejak tahun 2000 telah mengalami penurunan.
Berdasarkan data yang didapat dari rilis UPTD PKM Karimunjawa, kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia mencapai 305 per 100 ribu kelahiran pada 2015.
Padahal, target global MDGs (Millenium Development Goals) ke-5 adalah menurunkan AKI menjadi 102 per 100 ribu kelahiran pada 2015. Sedangkan negara lain di kawasan ASEAN sudah berhasil menekan angka menjadi 40% hingga 60% per 100 ribu kelahiran hidup.
Menurut data tersebut, tiga penyebab utama AKI adalah pendarahan, Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) dan infeksi.
Faktor lain yang juga memengaruhi Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) adalah kondisi geografis. Di mana masih banyak terdapat daerah terpencil dan kepulauan yang kesulitan mengakses fasilitas layanan kesehatan.
Salah satu contohnya adalah kepulauan Karimunjawa. Menurut dokter umum di UPTD PKM Karimunjawa, dr. Adie F. Favo, jarak dan waktu menjadi beberapa faktor penghalang bagi setiap pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Pada 2018, dr Favo harus merujuk seorang ibu melahirkan dengan risiko tinggi ke RSUP Kariadi Semarang dari RSUD Kartini di Jepara. Namun karena terlambat tiba di rumah sakit rujukan, nyawa sang ibu tak tertolong.
"Kendala kita sebagai tenaga kesehatan adalah saat harus merujuk pasien tetapi tidak bertepatan dengan jadwal kapal reguler, karena kita tidak punya ambulans laut sehingga harus pakai kapal sewaan dan itu bisa memakan waktu tempuh selama 2-5 jam,” tuturnya dalam rilis yang diterima Himedik.com, Sabtu (16/11/2019).
Padahal, menurutnya tata laksana penanganan ibu hamil, bersalin, dan nifas di PKM Karimunjawa dinilai sudah baik.
Baca Juga: Ingin Diet Karbo Demi Kesehatan Jantung? Ini Makanan yang Bisa Dikonsumsi!
Dari data Statistical Yearbook of Indonesia 2018, Indonesia mempuyai 16.056 pulau dan 122 daerah tertinggal (Perpres 131 Tahun). Hal ini seakan membuat tantangan dalam menyiapkan akses terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi sangat besar.
Fakta ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-2 negara dengan AKI tertinggi di ASEAN setelah Laos (berdasar ASEAN Secretariat, 2017).
AKI yang tinggi menandakan banyak ibu yang seharusnya masih hidup namun akhirnya tidak tertolong akibat tidak mendapatkan penangan semestinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan