Suara.com - Fadli Yunis, ayah Nindy Ayunda meninggal dunia karena serangan jantung setelah makan siang kemarin Minggu (24/11/2019).
"Kejadian sekitar setengah dua. Ayah saya serangan jantung dadakan saat habis makan sama ibu saya, berdua sama saya di meja makan," kata Arif, saat ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2019) seperti dikutip dari Suara.com.
Seperti yang diketahui, penyakit jantung seperti yang dialami ayah Nindy Ayunda termasuk penyebab kematian tertinggi di dunia. Pemicu serangan jantung pun cukup bermacam-macam, salah satunya makanan.
Beberapa makanan berat memang bisa meningkatkan risiko serangan jantung sekitar 4 kali dalam waktu 2 jam setelah makan, terutama pada penderita penyakit jantung.
Melansir dari WebMD, berikut ini sejumlah makanan dan minuman yang bisa menyebabkan memperburuk kondisi hingga menyebabkan serangan jantung.
1. Gula, garam dan lemak
Seiring bertambahnya waktu, jumlah garam, gula, lemak jenuh dan karbohidrat tinggi meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau serangan jantung, lebih baik perbanyak makan buah, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak.
2. Daging merah
Baca Juga: Berkat Anjing Peliharaan, Wanita Ini Jadi Tahu Mengidap Kanker Ovarium
Makan terlalu banyak daging sapi, domba dan babi dapat meningkatkan penyakit jantung dan diabetes. Karena daging merah tinggi lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol.
3. Makanan panggang
Kue, muffin dan makanan panggang lainnya juga mengandung abnyak gula buatan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Makan tersebut juga terkait dengan kadar trigliserida tinggi yang menyebabkan penyakit jantung.
Sehingga mengonsumsi makanan panggang dalam jumlah banyak bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung.
4. Daging olahan
Daging olahan seperti hot dog dan sosis termasuk jenis makanan yang buruk bagi kesehatan jantung. Daging olahan mengandung jumlah garam dan lemak jenuh yang cukup tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru