Suara.com - Idol Kpop HyunA yang pernah tergabung dalam 4Minutes kini diketahui tengah menderita vasovagal syncope atau sinkop vasovagal. HyunA menceritakan kondisinya ini melalui unggahan Instagram
HyunA bercerita awalnya sering pingsan dan mengalami gangguan penglihatan yang disangka efek gangguan panik. Setelah tes gelombang otak, ternyata HyunA juga menderita sinkop vasovagal.
"Pertama kali saya mengalami penglihatan kabur dan pingsan, Beberapa kali saya berpikir itu gejala gangguan panik dan mengabaikannya. Namun seorang dokter menyarankan saya tes gelombang otak yang ternyata sinkop vasovagal," tulisnya di Instagram.
Melansir dari verywellhealth.com, sinkop vasovagal adalah hilangnya kesadaran sementara yang disebabkan oleh refleks neurologis. Kondisi ini menyebabkan pelebaran pembuluh darah kaki, detak jantung yang lambat atau keduanya.
Penyebab Sinkop Vasovagal
Sinkop vasovagal ini terjadi ketika sesuatu memicu refleks vasovagal, sehingga menyebabkan pembuluh darah tiba-tiba melebar. Pelebaran pembuluh darah menyebabkan proporsi volume darah yang signifikan di kaki.
Kondisi ini juga sering disertai dengan melambatnya detak jantung. Akibatnya, tekanan darah tiba-tiba turun. Hal tersebut menghambat oksigen ke otak yang akhirnya menyebabkan pingsan.
Kebanyakan orang dengan sinkop vasovagal, pelebaran pembuluh darah adalah faktor utama yang menyebabkan hilangnya kesadaran. Namun, beberapa orang juga mengalami detak jantung melambat.
Adapun pemicu umum sinkop vasovagal yang meliputi, rasa sakit hebat, peristiwa traumatis, sulit buang air kecil, batuk parah, dan hiperventilasi.
Baca Juga: Toko Roti di Inggris Buat Roti Jangkrik, Seperti Apa?
Faktor Risiko
Refleks yang menyebabkan sinkop vasovagal dapat terjadi sampai batas tertentu pada masing-masing orang. Jadi, hampir semua orang dapat mengalami episode vasovagal jika permicunya cukup kuat.
Sinkop vasovagal dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi jauh lebih umum pada remaja dan dewasa muda daripada orangtua. Kebanyakan orang justru mengalaminya selama hidup mereka.
Beberapa orang yang tidak rentan terhadap sinkop vasovagal, mungkin saja mengalami gejalanya lebih ringan. Namun bagi orang yang jarang mengalami gejalanya, sinkop vasovagal mungkin lebih sulit diobati.
Orang-orang kelompok ini memiliki bentuk disautonomia, yakni ketidakseimbangan sistem saraf otonom yang membuat mereka sangat rentan terhadap refleks vasovagal. Mereka juga sering mengalami gejala lain seperti dysautonomias, seperti perut kembung atau kram, diare, sembelit, kelelahan ekstrem dan berbagai nyeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026