Suara.com - Sebanyak 22.985 ekor babi yang tersebar di 16 kabupaten di Sumatera Utara mati akibat terjangkit virus hog cholera.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut, belasan kabupaten yang dimaksud antara lain Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar, dan Langkat.
"Sampai saat ini, kematian babi positif karena hog cholera. ASF masih menunggu dari Menteri Pertanian," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Sumut Mulkan Harahap, melansir Antara.
Hog cholera atau demam babi merupakan penyakit yang disebabkan oleh Petivirus C dan itu masih berkaitan dengan bovine virus diarrhea (BVD) serta sheep's border disease (BD).
Berdasarkan laporan studi dari Lowa State University, demam babi sangat menular. Infeksi pun dapat menyebar secara cepat melalui kontak langsung atau tidak langsung antara babi yang terinfeksi atau rentan.
Penyebarannya dapat melalui pakan sisa babi yang terinfeksi atau peralatan peternakan, perternak sendiri, bahkan mobil yang digunakan peternak untuk mengangkut babi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Meski sangat menular, bahkan dapat berakibat fatal, virus ini tidak akan menular ke manusia. Bahkan dilansir dari Porkbusiness, hal tersebut tidak akan terjadi meski hewan yang terinfeksi kita konsumsi.
Sementara itu untuk menghindari perkembangan penyakit yang lebih parah, pertenak dapat memberikan serum anti-hog-cholera pada tahap awal penyakit. Perlu diketahui pula, infeksi dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa hari.
Baca Juga: Puluhan Ribu Babi di Sumatera Utara Mati Karena Virus Hog Cholera, Apa Itu?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat