Suara.com - Canggih Banget, Terapi Ini Jadi Cara Baru untuk Meredakan Nyeri
Rasa nyeri yang terjadi di tubuh memiliki banyak dampak negatif. Selain terus menerus merasa sakit, rasa nyeri juga bisa mengganggu aktivitas harian, mengganggu istirahat, bahkan merusak momen penting bersama teman dah keluarga.
Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia, Mohamad Ali Imron, mengatakan untuk meredakan rasa nyeri, diperlukan pain management yang baik.
"Secara sederhana, pain management adalah metode-metode untuk mencegah, mengurangi, dan menghentikan sensasi nyeri. Ada dua metode yang bisa dipakai baik melalui penggunaan obat-obatan (analgesik) maupun fisioterapi," tutur Ali, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Ali mengatakan dengan pain management yang benar maka nyeri dapat berkurang dan bahkan hilang. Sehingga kualitas hidup seseorang dapat meningkat. Salah satu metode yang populer dan sudah terbukti secara ilmiah adalah penggunaan modalitas yang disebut dengan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
Terapi TENS dipusatkan pada alat canggih yang dioperasikan dengan baterai untuk menghasilkan arus listrik bertegangan rendah dan elektroda yang direkatkan pada kulit. Pengguna akan merasakan sensasi kesemutan di titik tersebut.
Arus listrik akan meredakan rasa sakit melalui sinyal yang dikirim ke sumsum tulang belakang dan otak. Rasa nyeri akan berkurang dan otot-otot pengguna lebih rileks. Ada kemungkinan mesin ini juga merangsang produksi endorfin, pereda rasa sakit alami dalam tubuh manusia.
TENS dapat membantu meredakan rasa sakit yang terkait dengan berbagai kondisi, seperti radang sendi, nyeri haid, dan nyeri panggul yang disebabkan oleh endometriosis, nyeri lutut, sakit leher, sakit punggung, cedera olahraga dan terkadang mengurangi nyeri persalinan. Meskipun seberapa baik mesin bekerja akan tergantung pada kondisi individual.
"Salah satu keunggulan TENS adalah alat ini sangat cocok bagi masyarakat yang cenderung berada dalam aktivitas tinggi di pekerjaannya atau secara sosial yang tetap ingin beraktivitas terus-menerus, meski tubuhnya dilanda rasa nyeri. TENS yang portabel sangat membantu dalam mengatasi rasa sakit tanpa mengurangi intensitas aktivitas," urai Imron.
Baca Juga: Ada 4 Jenis Nyeri Sakit Kepala Belakang, Ketahui Penyebabnya!
OMRON Healthcare Indonesia, perusahaan terkemuka di segmen pemantauan tekanan darah digital, hari ini meluncurkan produk terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terbaru, HV-F013, untuk pasar Indonesia. Produk ini merupakan perangkat portabel yang secara efektif mengurangi rasa sakit kronis dan akut sebagai akibat dari otot-otot yang nyeri atau pegal karena cedera saat berolahraga atau aktivitas sehari-hari.
"Kami merancang produk agar portabel untuk penggunaan pribadi di mana pun dan kapan pun. Anda dapat melakukan terapi penghilang rasa sakit dengan OMRON HV-F013, di mana saja dan kapan saja, dan dapat memadukannya dengan terapi lain, seperti terapi dingin, panas, wrap, dan terapi fisik, dan bahkan dengan pengobatan," tutup Mr. Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, OMRON Healthcare Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens