Suara.com - Ini Sosok yang Sebenarnya Paling Dibutuhkan oleh Seorang Ibu Baru
Menjadi seorang ibu di zaman yang serba internet seperti saat ini, memang memiliki banyak kelebihan. Kita dengan mudah bisa mencari tahu jawaban dari seluruh hal yang ingin kita ketahui mengenai kehamilan maupun cara pengasuhan anak.
Belum lagi sejumlah forum dan komunitas ibu online yang sudah banyak tersedia. Memberikan rasa kebersamaan dan kenyamanan di tengah bingungnya kita menghadapi kehidupan yang berubah setelah melahirkan seorang bayi.
Namun, ternyata itu semua belum cukup. Ada satu hal lagi yang menurut penelitian masih dibutuhkan oleh seorang ibu baru. Apa itu? Yakni kehadiran ibu yang melahirkan mereka.
Penelitian baru menunjukkan bahwa bahkan dengan semua sumber daya teknologi tinggi yang tersedia, sebagian besar perempuan hamil dan ibu baru masih mencari saran dan dukungan emosional dari ibu mereka sendiri, dan menilai bimbingannya lebih bermakna daripada rekomendasi lainnya.
Dilansir dari Motherly, studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Reproduction, Health, and Medicine, melihat para peneliti di University of Cincinnati mengikuti perempuan hamil selama berbulan-bulan.
Mereka melakukan wawancara mendalam dengan para perempuan hamil itu serta ibu mereka. Tidak seperti studi sebelumnya yang fokus melihat antara hubungan perempuan hamil dengan saudara perempuan dan bibi mereka, studi ini khusus meneliti ikatan anak perempuan dan ibu mereka.
Penelitian Cowan mengamati apa yang disebut "ibu tanpa ibu" dan melihat bagaimana ibu baru sangat terikat dengan ibu mereka sendiri.
Danielle Bessett, profesor sosiologi UC, memperingatkan agar ibu baru tidak lagi mengabaikan dukungan emosional dan saran yang bisa diberikan oleh orangtua mereka.
Baca Juga: Jelang Hari Ibu, Menteri Bintang Kunjungi Makam Pahlawan Perempuan
Dia mengatakan bahwa ketika sumber daya kehamilan dan penyedia medis menyarankan ibu baru untuk mengabaikan ibu mereka sendiri, itu dapat merusak dan meningkatkan tingkat stres bagi mereka.
Basset mengatakan tidak apa-apa untuk menerima saran dari ibu Anda sendiri, bersandar padanya dan mendapatkan dukungan. Menurut Basset, kebanyakan ibu baru mengesampingkan ibu mereka, karena mereka merasa jika orangtua mereka sangat kuno tentang kehamilan dan perawatan bayi. Untuk itu, tak sedikit yang membawa ibu mereka sendiri mengenai saran-saran kehamilan dan perawatan bayi yang lebih kekinian.
"Mereka cenderung membaca buku-buku self-help bersama dengan ibu mereka yang juga menikmati keterlibatan mengenai ilmu pengetahuan yang tidak mereka miliki ketika mereka hamil dekade yang lalu," Basset menjelaskan.
Meski begitu, tidak semua orang ingin bergantung pada ibu mereka atau mengikuti saran mereka. Untuk beberapa perempuan, kontak dengan ibu mereka sendiri selama kehamilan justru membuat mereka kurang nyaman.
Sementara banyak perempuan hamil menginginkan saran dan bimbingan ibu mereka selama waktu ini, tidak sedikit pula yang memiliki pengalaman traumatis dalam keluarga. Hal ini kata Basset juga tidak bisa disalahkan.
Seperti yang ditulis oleh psikolog perkembangan Dr. Julaine Brent untuk CBC Parents, "Kita bebas memilih apa yang akan mendukung kesejahteraan emosional anak kita daripada mengulangi pola lama."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026