Suara.com - Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko gangguan mental dan bunuh diri, salah satunya kondisi lingkungan. Namun, mungkin masih banyak orang yang tak sadar bahwa lingkungan memengaruhi gangguan mental.
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa lingkungan dengan tingkat polusi udara tinggi bisa menyebabkan kerusakan substansial bagi kesehatan mental manusia.
Para peneliti dari University College London pun telah meninjau sembilan studi yang menganalisis hubungan antara amisi, bunuh diri, dan depresi.
Mereka menemukan bahwa paparan polutan udara kecil yang dikenal sebagai PM2.5 dikaitkan dengan peningkatan risiko bunuh diri.
Dokter Isobel Braithwaite dari UCL Psychiatry dan UCL Institte of Health Inforatics mengatakan polusi udara buruk bagi kesehatan manusia. Ada banyak risiko kesehatan fisik, mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga stroke yang lebih tinggi.
"Dalam studi ini kami menunjukkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan kerusakan besar pada kesehatan mental kita," ujarnya, dikutip dari The Sun.
Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa PM2.5 harus disimpan di bawah sepuluh mikrogram per meter kubik. Orang-orang yang tinggal di kota-kota Inggris terpapar sekitar 12,8 mikrogram per meter kubik dari partikel rata-rata.
Para peneliti menemukan peningkatan sepuluh mikrogram per meter kubik PM2.5 dikaitkan dengan peningkatan sekitar sepuluh persen dalam peluang depresi.
Mereka memperkirakan bahwa menurunkan tingkat polusi udara rata-rata ke batas yang direkomendasikan WNO dapat mengurangi risiko depresi di antara mereka yang tinggal di kota sekitar 2,5 persen.
Baca Juga: Saat Kerabat Mengalami Depresi Usai Keguguran, Ini 4 Cara Support Terbaik
Temuan yang diterbitkan dalam Perspektif Kesehatan Lingkungan ini juga menunjukkan bukti hubungan antara perubahan jangka pendek pada paparan PM10 dan jumlah kasus bunuh diri.
Para ilmuwan mengatakan risiko bunuh diri lebih tinggi pada hari-hari ketika tingkat PM10 tinggi selama periode 3 hari. Namun, para peneliti mengatakan mereka belum bisa memastikan polusi udara secara langsung menyebabkan kesehatan mental.
"Ini termasuk fakta bahwa paparan polusi udara meningkatkan tingkat peradangan dalam otak, yang telah dikaitkan dengan depresi dan masalah kesehatan mental lainnya melalui dampak pada perkembangan otak dan stres produksi hormon," jelasnya lagi.
Sementara itu, dalam sebuah studi terpisah oleh Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan di Amerika Serikat, para ilmuwan menemukan PM2,5 meningkatkan risiko wanita hamil terhadap tekanan darah tinggi.
Para peneliti menemukan bahwa paparan PM2.5 dari emisi lalu lintas dikaitkan dengan perkembangan gangguan hipertensi pada wanita hamil yang bisa meningkatkan kemungkinan komplikasi preeklampsia sekitar 50 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat