Suara.com - Ada banyak peristiwa seputar masalah kesehatan yang terjadi sepanjang 2019. Salah satunya, kasus sindrom langka yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri.
Bahkan salah satu penyakit sindrom langka itu juga diderita oleh anak selebriti Indonesia, Dede Sunandar. Informasi mengenai sindrom langka ini tentu menarik perhatian publik agar terhindar dari penyakit tersebut.
Berikut ini 5 jenis sindrom langka yang terjadi sepanjang tahun 2019, baik di Indonesia maupun luar negeri.
1. Sindrom Tetra-Amelia
Sindrom teta-amelia adalah kelainan langka yang menyebabkan bayi lahir tanpa anggota tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik pada bagian DNA yang memainkan peran penting dalam perkembangan sebelum kelahiran.
Kasus sindrom teta-amelia ini pernah dialami oleh seorang bayi bernama RJ Wilson yang lahir tanpa tangan dan kaki pada Febuari 2019 silam.
2. Sindrom Williams
Sindrom Williams merupakan gangguan perkembangan yang menyerang banyak bagian tubuh. Kondisi ini ditandai dengan kecacatan intelektual ringan atau sedang, masalah belajar, karakteristik kepribadian yang unik, fitur wajah yang berbeda dan masalah kardiovaskular.
Penyakit genetik langka ini juga diderita oleh anak bungsu presenter Dede Sunandar, Ladzan. Kondisi ini pun membuat jantung, paru-paru hingga lambung Ladzan bermasalah.
Baca Juga: Asik Garuk Punggung Gatal, Botol 17 Cm Menembus Dubur Pria Ini
3. Sindrom Munchausen
Sindrom Munchausen adalah gangguan psikologis yang membuat penderita berbohong atau melebih-lebihkan gejala medis untuk mendapatkan perhatian. Kondisi ini merupakan gangguan misterius yang sulit diobati.
Kondisi ini pernah diderita oleh seorang ibu dari Texas yang mengorbankan anaknya dengan menjalani operasi 13 kali dan pemeriksaan medis 323 kali. Karena, sang ibu selalu berusaha mengarang kondisi medis anaknya agar dokter melakukan tindakan.
4. Sindrom Marfan
Sindrom marfan adalah kondisi genetik yang memengaruhi jaringan ikat. Penyakit langka ini bisa berdampak pada beberapa bagian tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, paru-paru, kulit, tulang, sendi, dan mata.
Kondisi langka ini pernah diderita seorang gadis 16 tahun asal Pati yang membagikan kisahnya di media sosial. Namun, gadis tersebut justru sempat menjadi korban bullying akibat penyakitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus