Suara.com - Ada banyak peristiwa seputar masalah kesehatan yang terjadi sepanjang 2019. Salah satunya, kasus sindrom langka yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri. Bahkan salah satu penyakit sindrom langka itu juga diderita oleh anak selebriti Indonesia, Dede Sunandar. Informasi mengenai sindrom langka ini tentu menarik perhatian publik agar terhindar dari penyakit tersebut.
Ada pula yang disebut dengan sindrom patah hati, yang bisa terjadi ketika orang atau hewan peliharaan mati, selama perawatan medis yang penuh stres, setelah kehilangan pekerjaan atau ketika stres luar biasa lainnya terjadi. Yuk disimak berita selengkapnya di bawah ini.
1. Sindrom Langka Sepanjang 2019, Salah Satunya Diderita Anak Dede Sunandar
Ada banyak peristiwa seputar masalah kesehatan yang terjadi sepanjang 2019. Salah satunya, kasus sindrom langka yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri.
Bahkan salah satu penyakit sindrom langka itu juga diderita oleh anak selebriti Indonesia, Dede Sunandar. Informasi mengenai sindrom langka ini tentu menarik perhatian publik agar terhindar dari penyakit tersebut.
2. Mengenal Sindrom Patah Hati yang Bisa Berujung Fatal
Para peneliti telah mengkonfirmasi dalam beberapa tahun terakhir bahwa stres ekstrem dapat benar-benar menghancurkan hati Anda. Mereka menyebutnya dengan sindrom patah hati.
Dirangkum dari WebMD, sindrom patah hati bisa terjadi ketika orang atau hewan peliharaan mati, selama perawatan medis yang penuh stres, setelah kehilangan pekerjaan atau ketika stres luar biasa lainnya terjadi.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Patah Hati yang Bisa Berujung Fatal
3. Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama Digigit Ular Kobra
Beberapa minggu ke belakang, masyarakat resah karena banyaknya kasus ditemukan ular kobra di perumahan penduduk. Hal ini dikarenakan sepanjang November hingga Desember merupakan waktu para ular ini untuk bertelur. Dan di saat bertelur inilah biasanya ular berpencar, salah satunya bisa memasuki rumah warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi