Suara.com - Seorang petugas medis asal North Carolina, AS, didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama karena diduga telah membunuh istrinya demi mencairkan uang asuransi sebesar Rp3,4 miliar milik sang istri.
Petugas bernama Joshua Hunsucker (35) diduga telah menggunakan obat tetes mata pada istrinya dengan dosis 30 hingga 40 kali lebih tinggi dari tingkat terapeutik tetrahydrozoline.
Tetrahydrozoline merupakan bahan kimia yang umumnya ditemukan di obat tetes mata.
Sang istri, Stacy Hunsucker sempat dilarikan ke rumah sakit, namun pada akhirnya meninggal. Joshua pun tidak membolehkan petugas untuk mengautopsinya.
Petugas medis yang menangani Stacy sebelumnya menemukan adanya zat kimia tetrahydrozoline dalam kadar abnormal.
Itulah mengapa petugas investigasi mencurigai bahan obat tetes mata ini sebagai alat untuk membunuh sang istri pada 23 September 2018 lalu.
Berdasarkan hasil investigasi oleh tim Departemen Asuransi North Carolina, Jordan Green, jumlah obat tersebut dapat menghentikan jantung dalam waktu singkat.
Green menyelidiki kematian Stacy setelah ibunya, Suzie Robinson, menuduh Joshua melakukan penipuan asuransi.
Robinson juga percaya bahwa menantunya itu berselingkuh sebelum kematian istrinya dengan wanita lain dan memulai hubungan beberapa bulan kemudian.
Baca Juga: Jangan Pakai Obat Tetes Mata Lebih dari 30 Hari, Ini Alasannya
Melansir Insider, Stacy telah menderita masalah jantung selama beberapa tahun. Bahkan ia pernah menerima alat pacu jantung pada awal tahun Februari 2015 silam.
Saat itu keluarganya sempat membuat donasi di GoFundMe pada tahun yang sama untuk membantu biaya medis dan rumah dengan nama The Josh and Stacy Hunsucker Medical Fund.
Namun saat itu hanya menerima setengah dari target, yaitu Rp279 juta.
Saat ini Joshua masih dalam pengawasan pihak kepolisian dan sidang berikutnya ditetapkan pada 9 Januari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol