Suara.com - Minuman kopi belakangan menjadi tren dan banyak diminati kaum muda atau milenial. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya kedai-kedai kopi lokal masuk ke pusat perbelanjaan dan berbagai pusat kebugaran.
Melihat peluang itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun memiliki ide unik, yakni mencampur kopi dengan temulawak dan menjadikannya sebagai minuman sehat, alih-alih membeli minuman kopi yang banyak mengandung gula dan bisa menyebabkan diabetes.
"Jadi, ide-ide itu bisa jalan sesuaikan dengan kondisi milenial. Milenial itu suka tantangan, daripada dia ngopi susu gula yang tinggi kadarnya membuat obesitas, kenapa nggak kopi yang berkaitan dengan temulawak. Kopi temulawak sifatnya antiinflamasi, membuat dia lebih sehat," ujar Menkes Terawan saat ditemui di Badan Litbangkes, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).
Tidak hanya temulawak, brotowali yang terkenal pahit juga ampuh menurunkan diabetes. Jadi, brotowali juga jadi salah satu rekomendasi Menkes Terawan yang bisa dicampurkan ke dalam kopi.
"Kopi campur brotowali, nah, bisa membuat ancaman diabetesnya agak turun. Macam-macam sebenarnya, bisa apa saja dicampurkan," paparnya.
Menkes Terawan percaya jika sudah bisa dikembangkan, maka kopi dengan temulawak maupun dengan brotowali nantinya bisa diaplikasikan dalam bentuk sachet atau kemasan, seperti yang banyak ditemukan di toko maupun di warung kecil.
"Kopi jahe sudah dicampur, produk jamu sudah ada yang sachetan kopi jahe, buktinya yang senang banyak, saya juga suka," tuturnya.
Adapun cara promosinya, bisa menggunakan cara tantangan kepada milenial tentang level pahit yang ditawarkan. Misalnya saja level 1 sampai 10 dengan masing-masing level ditambahkan 1 sendok bubuk kopi pada temulawak.
Baca Juga: Biar Melek, 5 Minuman Sehat Ini Bisa Bikin Tubuh Segar saat Bekerja
"Saya bilang brotowali itu antidiabetes, di sini level pahitnya campurannya 1 sampai 10 sendok, milenial pun akan tertantang untuk minum brotowali," ungkap Menkes Terawan.
Apalagi kedai kopi nantinya didesain selayaknya tempat nongkrong anak muda disediakan wifi, colokan, meja, dan tempat duduk yang nyaman untuk berkumpul. Kandungan kopi yang diminum juga dipercaya tidak membuat mengantuk, lalu tetap semangat belajar maupun bekerja.
Enggan terlalu diambil pusing terkait penelitian, Menkes Terawan menyarankan untuk ujicoba jamu yang dijual keliling dan dicampur dengan kopi, maka akan baik-baik saja. Ia percaya keduanya tidak masalah karena sama-sama berbahan alami.
"Hari ini dicampur aja (kopi dan temulawak atau brotowali), ngeracunin nggak? Gitu saja, sudah beres. Tinggal beli dari jamu gendong, campurin kopi. Kalau aman, ya nggak ada masalah, dan saya kira aman, nggak akan muncul reaksi kimia, wong ini alami," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS