Suara.com - Javaid Perwaiz, seorang dokter kandungan dan ginekolog Virginia didakwa melakukan penipuan terhadap pasiennya. Hal itu karena Javaid telah melakukan tindakan medis besar tanpa memberi tahu pasiennya lebih dulu.
Dokter 69 tahun itu didakwa dengan tuduhan melakukan histerektomi yang tidak diperlukan dan mengangkat kedua tuba falopi tanpa sepengetahuan pasiennya.
Histerektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat rahim wanita. Operasi histerektomi ini diperlukan untuk mengobati sejumlah kondisi nyeri kronis serat beberapa jenis kanker dan infeksi tertentu.
Melansir dari nytimes.com, Javaid Perwaiz mengatakan kepada pasiennya kalau ia harus melakukan histerektomi karena ada kemungkinan pertumbuhan kanker. Setelah diselidiki, ternyata hal itu tidak benar dan histerektomi tidak seharusnya dilakukan.
Ketika pulih, pasien pun sangat terkejut karena Javaid melakukan histerektomi total. Tak hanya itu, Javaid juga melubangi kandung kemihnya. Akibatnya, pasien mengalami sepsis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 6 hari.
Seorang saksi mata juga bercerita kalau Javaid Perwaiz selalu menyebutkan kata-kata kanker seolah-olah untuk menakuti pasiennya agar mau menjalani operasi.
Menurut Virginia Board of Medicine, Javaid Perwaiz pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran di Univesitas Punjab Pakistan dan magang di Universitas Virginia Barat, Charleston.
Javaid juga berafiliasi dengan Pusat Medis Bon Secours Maryview di Portsmouth, Va dan Pusat Medis Regional Chesapeake. Namun, juru bicara Bon Secours menyatakan bahwa Javaid Perwaiz tidak dipekerjakan oleh Bon Secours Medical Group.
Bahkan, izin medis Javaid Perwaiz sempat dicabut pada 1996, lalu kembali dipulihkan pada 1998. Selama bekerja sebagai tim medis, Javaid Perwaiz juga telah memiliki setidaknya delapan tuntutan hukum malapraktik.
Baca Juga: Wendy Red Velvet Patah Tulang, 5 Makanan Ini Bisa Percepat Penyembuhannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi