Prof Ari mengatakan bahwa secara umum peningkatan kasus penyakit pascabanjir dan musim penghujan didasarkan pada penyebaran 3 kelompok panyakit, sebagai berikut:
1. Penyakit yang ditularkan lewat makanan dan minuman
Penyakit yang ditularkan lewat makanan dan minuman yang rentan muncul selama musim penghujan dan pascabanjir di antaranya, infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus.
"Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB (buang air besar, Red) dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta beberapa tahun yang lalu," beber Prof Ari.
2. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk (penyakit disebarkan melalui vektor penyakit)
Penyakit yang dibawa oleh vektor penyakit, misalnya, kata Prof Ari, Dengue Hemorrhagic Fever(DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
3. Penyakit yang ditularkan melalui tikus
Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pascabanjir.
Salah satu jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencanabanjir adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir.
"Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan pada kita," jelas Prof Ari.
Pasien dengan leptospirosis, lanjut dia, datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit.
Tak hanya itu, air seni penderita leptospirosis juga, menurut Prof Ari, juga berubah seperti air teh. "Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus," imbuhnya.
Baca Juga: Zodiak Kesehatan 2 Januari 2019: Pisces & Aquarius, Coba Latihan Bela Diri
Penyakit leptospirosis, kata Prof Ari, sangat berbahaya jika berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.
Prof Ari mengatakan terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi, karena adanya gangguan pada 3 faktor penting penyakit, apa saja? Yuk lanjut di halaman berikutnya ya.
Berita Terkait
-
8 Tips Sehat Liburan Akhir Tahun dan Pesta Malam Tahun Baru 2020
-
4 Tips untuk Tetap Sehat Selama Musim Hujan, Catat Ya!
-
Vidi Aldiano Idap Kanker Ginjal, Kenali Gejala Awal dan Faktor Risikonya
-
Viral Begadang Bikin Tubuh Sulit Lakukan Detoksifikasi, Mitos Atau Fakta?
-
Musim Hujan, Kasus DBD di 22 Provinsi di Indonesia Meningkat
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin