Suara.com - Waduh, Wabah Flu Babi Afrika Sudah Merambah Jerman dan Polandia!
Wabah Flu Babi Afrika yang menyebar di China sudah merambah Eropa. Diketahui, Jerman dan Polandia merupakan dua negara yang sudah dipastikan terdampak.
Dilansir DW Indonesia, laporan di laman Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE), menyebut virus flu babi Afrika ditemukan di sebuah desa berjarak kurang dari 30 kilometer dari Jerman.
Flu babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia tetapi sangat mematikan bagi babi hutan dan babi ternak. Awalnya, wabah berasal dari Afrika lalu menyebar ke Asia dan telah membunuh ratusan juta babi.
Awal Desember 2019, pemerintah Jerman mengatakan pihaknya akan meningkatkan langkah-langkah untuk mencegah wabah flu babi Afrika setelah ada kasus penyakit ini di Polandia.
Sebagian besar kasus wabah yang dilaporkan oleh kementrian pertanian Polandia kepada OIE, ditemukan antara 4 Desember dan 23 Desember di desa-desa yang letaknya berdekatan, di negara bagian Lubuskie dan Wielkopolskie, sekitar 75 hingga 100 km dari perbatasan Jerman.
Ada kekhawatiran di Jerman bahwa ekspor daging babi ke Cina dan negara-negara Asia lainnya bisa terancam, dengan adanya larangan impor secara teratur yang dikenakan pada daging babi dari daerah di mana flu babi Afrika telah ditemukan.
Pihak berwenang di negara-negara bagian Jerman yang berbatasan dengan Polandia telah membangun pagar untuk menghentikan babi hutan masuk ke wilayah Jerman dan menyebarkan penyakit.
Pagar setinggi 90 cm didirikan oleh negara bagian Brandenburg pada bulan Desember 2019.
Baca Juga: CEK FAKTA: Banyak Makan Daging Babi Bisa Jadi LGBT, Benarkah?
Kementerian pertanian Bradenburg menyebutkan pihaknya melonggarkan aturan pembatasan perburuan untuk memungkinkan lebih banyak penembakan babi hutan.
Pemerintah negara bagian Sachsen mengatakan minggu ini akan membangun pagar listrik sepanjang 4,5 km di wilayah berisiko tinggi penyebaran flu babi Afrika, dekat perbatasan ke Polandia.
Negara-negara yang terjangkit penyakit hewan parah seperti flu babi Afrika atau flu burung yang sangat patogen, harus melapor segera ke OIE dan mengirimkan laporan lanjutan secara rutin. (DW Indonesia)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah