Suara.com - Joserizal Jurnalis Meninggal karena Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Joserizal Jurnalis, pendiri sekaligus pembina Komite Penyelamatan Darurat Medis (Medical Emergency Rescue Committee/MER-C), meninggal dunia hari Senin (20/1/2020).
Joserizal merupakan seorang dokter yang terkenal karena perannya yang sering menembus daerah konflik demi kemanusiaan. Ia dikabarkan meninggal karena penyakit jantung yang sudah diidapnya selama 30 tahun.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Terima kasih atas segala doa dan perhatian dari kerabat, teman, relasi, saudara-saudara seperjuangan selama beliau sakit hingga akhir hayatnya," kata Humas MER-C Rima di Jakarta, Senin (20/1/2020).
Penyakit jantung masih jadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Data dari Survei Sample Registration System 2014 menyebut penyakit jantung koroner menyebabkan kematian sekitar 12,9 persen setiap tahunnya.
Dilansir laman Hello Sehat, penyakit jantung disebabkan oleh berbagai faktor. Merokok, asap rokok, kadar lemak dan kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, serta resistensi insulin akibat penyakit diabetes merupakan penyebab utama seseorang mengalami penyakit jantung.
Penyakit jantung juga bisa disebabkan, karena penumpukan plak yang menyebabkan terjadinya peradangan di pembuluh darah.
Seiring waktu, plak dapat mengeras atau pecah (terbuka). Plak yang mengeras akan mempersempit arteri koroner dan mengurangi suplai aliran darah yang kaya oksigen ke jantung.
Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebut angina. Jika plak pecah, fragmen sel darah yang disebut platelet menempel pada lokasi cedera. Platelet mungkin mengumpul untuk membentuk bekuan darah.
Baca Juga: Meninggal di Usia 82, Ade Irawan Derita Komplikasi Jantung dan Paru-paru
Gumpalan darah dapat lebih mempersempit arteri koroner dan memperburuk angina. Jika bekuan menjadi cukup besar, maka dapat memblokir arteri koroner secara menyeluruh dan menyebabkan serangan jantung.
Gejala Penyakit Jantung
Gejala penyakit jantung cukup beragam, dengan beberapa kondisi khas. Umumnya, pasien penyakit jantung akan mengalami nyeri dada yang bisa menjalar juga hingga lengan, leher, bahu, rahang dan punggung.
Ingin tahu gejala dan cara mencegah penyakit jantung? Simak di halaman berikutnya ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini