Suara.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengapresiasi proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, dan menyebut tata laksana evakuasi yang dilakukan lebih baik dari standar ketentuan yang diperlukan.
"Standar alat pelindung dirinya lebih lengkap. Itu lebih baik lagi artinya," kata Ketua Pengurus Harian PDPI, DR. Dr. Agus Dwi Susanto melalui keterangan tertulis kepada Antara di Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Ia mengatakan standar tata laksana yang perlu dilakukan dalam proses evakuasi WNI dari Wuhan antara lain perlunya mencatat semua manifest penumpang memastikan semua penumpang dan kru memakai masker bedah selama di dalam pesawat.
Tim juga perlu memeriksa suhu tubuh penumpang dan kru secara berkala selama perjalanan.
Selain itu, penumpang yang mengalami demam dan flu juga perlu dipisahkan dari penumpang lain yang tidak demam dan flu guna menghindari kemungkinan paparan.
Selain penanganan selama di dalam pesawat, tim evakuasi juga perlu memastikan penanganan khusus saat tiba di Tanah Air, antara lain dengan memberikan jalur khusus di bandara agar penumpang dan kru dari Wuhan tidak terlibat kontak fisik dengan penumpang lainnya.
"Bila perlu dari tangga pesawat langsung naik kendaraan menuju fasilitas karantina," katanya.
Kemudian, bagi penumpang dan kru yang demam dan flu, mereka perlu menjalani isolasi di rumah sakit rujukan. Sementara penumpang dan kru yang sehat dicatat dan dibawa ke tempat karantina.
Selama berada di karantina, para WNI perlu menjalani proses observasi selama 14 hari. Mereka juga perlu diperiksa secara berkala untuk skrining ke arah flu.
Baca Juga: Viral Film Contagion Dinilai Sudah Ramalkan Virus Corona Sejak 2011
Bagi mereka yang terdeteksi ada flu dan atau demam akan menjalani isolasi dan penanganan di rumah sakit rujukan.
Petugas medis perlu melakukan foto toraks (rongten dada) terhadap semua penumpang sebagai data awal.
Mereka perlu diberi nutrisi yang bergizi dan diberikan rasa nyaman selama karantina. Mereka juga perlu menjalani konseling dengan psikolog bagi yang mengalami masalah psikis.
Selain itu, mereka juga perlu dibebaskan dari stigma masyarakat dan difasilitasi sehingga bisa berkomunikasi dengan keluarga.
Ketentuan penanganan seperti itu, menurut Agus, telah dilakukan dengan lebih baik oleh tim selama proses evakuasi WNI dari Wuhan.
PDPI, katanya, turut mengirimkan anggotanya ke dalam tim evakuasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka juga telah menyiagakan anggotanya di rumah sakit rujukan di Batam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak