Suara.com - Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!
Di saat virus corona atau novel coronavirus (2019-nCoV) sudah menyebar di 24 negara di berbagai benua. Hebatnya Indonesia masih berstatus zero corona atau belum ada satupun yang terkonfirmasi positif.
Harusnya fakta ini disyukuri, tapi sayangnya masih saja ada yang meragukan Indonesia mendapat status bersih dari corona. Mengingat sebelumnya ada sebanyak 150.000 WNA asal China masuk ke Indonesia setiap tahunnya.
Secara gamblang dan rinci Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono menjelaskan Indonesia sudah bekerja maksimal mendeteksi dan mengantisipasi virus corona yang berasal dari Wuhan, China ini.
Tiga hal yang jadi perhatian
Anung menjabarkan dalam konteks penyakit atau virus seperti ini ada 3 hal yang harus diperhatikan yakni host (orang), agent (penyakit atau virus) dan environment (lingkungan).
Jika berbicara host atau orang Indonesia, seperti diungkap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Termasuk juga etnis yang diterpa penyakit di tiap daerah berbeda-beda dengan kemampuan daya tahan tubuhnya. Apakah orang-orang Indonesia kemampuan menahan virus corona, pemerintah masih mendalami hal itu.
"Kekebalan tubuh orang per orang, etnis satu dengan yang lain pada penyakit karena agen tertentu itu berbeda-beda. Inilah yang terus kita monitor, kita ketahui lebih lanjut. Apakah karena faktor-faktor inilah kemudian di Indonesia sampai detik ini tidak ditemukan," terang Anung dalam teleconference di Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).
Faktor kedua, yakni terkait agent atau virus maupun penyakitnya. Dan corona itu termasuk virus baru. Meski begitu sudah banyak diketahui ciri dan sifat virus ini. Seperti mati pada suhu di atas 70 derajat, cara penularan, cara mendeteksi, dan sebagainya.
Selanjutnya environment atau faktor lingkungan di Indonesia misalnya, memiliki suhu tropis atau panas dan hampir banyak orang keluar rumah dan terpapar matahari, juga bisa jadi salah satu penyebaran virus tidak mudah. Tapi sayangnya, ini masih dicari tahu lebih lanjut.
Baca Juga: Tak Takut Virus Corona, Saaih Halilintar Dinyinyiri Kepergok Pakai Masker
"Hidupnya masyarakat lebih banyak di luar ruangan. Apakah ini juga ada pengaruhnya terhadap (infeksi). Semua harus kita scientific (diteliti)," tutur Anung.
Evaluasi kinerja teknis
Meski dari ketiga itu ada berbagai hal yang mungkin harus dievaluasi dan dicek kembali ialah pengetesan secara teknis. Seperti alat yang mumpuni, misalnya cara pengambilan sampel, cara pengetesan, hingga cara menaruh sampel sendiri yang bisa mempengaruhi keakuratan hasil.
"Tapi ini gambaran umum, kami tidak menemukan hal-hal semacam ini terjadi dalam proses yang sekarang dijalankan. Kami masih meyakini sampai dengan saat ini belum ada orang yang terkena infeksi novelcorona virus di Indonesia," jelas Anung gamblang.
Cause of death, tolak ukur Indonesia zero corona
Selain metode pengecekkan, Kemenkes juga punya cara lain memantau apakah Indonesia 'kebobolan' virus corona positif, yakni dengan memantau cause of death atau penyebab kematian yang signifikan. Ada laporan angka kesakitan dengan peningkatan karena pneumonia, yang bergejala batuk, pilek, bersin, dan sesak napas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak