Suara.com - Sembilan anggota keluarga asal Hong Kong terinfeksi virus corona usai berbagi makanan hot pot, yakni sepanci besar kuah kaldu berisi beragam sayur dan daging yang dimakan beramai-ramai.
Dilansir dari Fox News, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria 24 tahun adalah pasien pertama yang terinfeksi dalam keluarga tersebut.
Dia mencari penaganan medis setelah mengalami demam yang tidak kunjung reda. Dia kemudian dinyatakan positif virus corona tetapi dalam kondisi stabil.
Ayah pasien yang berusia 68 tahun dan ibu yang berusia 57 tahun juga sakit, demikian juga bibinya yang berusia 51 tahun dan dua sepupu, seorang wanita berusia 25 tahun dan seorang pria berusia 22 tahun.
Salah satu dari bibi lelaki itu juga terinfeksi, demikian pula salah seorang sepupunya yang lain, seorang lelaki berusia 23 tahun.
Sampel pernapasan mereka semuanya dinyatakan positif virus corona baru dan mereka masing-masing dirawat serta diisolasi di Rumah Sakit Ruttonjee dan Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern.
Setelah ditelusuri, para pejabat menghubungkan kasus tersebut dengan makanan hot pot pada 26 Januari.
Seorang pejabat kesehatan Hong Kong mengatakan kepada The New York Times bahwa anggota keluarga tidak memiliki atau hanya gejala ringan ketika mereka makan makanan hot pot.
Jumlah kasus virus corona yang dapat menular antar manusia, meningkat lagi selama akhir pekan, dengan sekitar 40.600 orang terinfeksi secara global.
Baca Juga: Dokter Sebut Hot Pot Tidak Sehat, Baiknya Konsumsi Sebulan Sekali Saja
Setidaknya 908 orang telah tewas, dengan sebagian besar kematian terjadi di China, di mana wabah dimulai di kota Wuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak