Suara.com - Keren, Indonesia Teliti Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19
Sejumlah negara seperti Singapura dan Inggris tengah mengembangkan vaksin virus Corona COVID-19 yang sedang mewabah saat ini. Tak ingin ketinggalan, ilmuwan Indonesia pun mengaku turut meneliti pengembangan vaksin tersebut.
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta mengaku tengah berencana mencari vaksin yang tepat untuk mengatasi virus COVID-19.
Namun peneliti senior LBM Eijkman Prof David H Muljono, dr, SpPD, FINASIM, PhD mengungkapkan nantinya vaksin tersebut melalui pengembangan obat herbal asli indonesia yang nantinya bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia.
"Uji coba pengembangan obat herbal asli indonesia terkait peningkatan imunitas tubuh seperti curcumin dan lain-lain yang bisa pencegahan virus termasuk coronavirus," kata Prof David dalam seminar 'Menyikapi Virus Corona 2019-N-CoV' di Lembaga Eijkman, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2020).
Meski begitu, dia belum bisa menjelaskan lebih jauh karena rencana ini baru memasuki tahapan awal.
"Rencana pengembangan vaksin telah dilakukan pembahasan awal dengan PT Biofarma untuk mengembangkan vaksin Covid-19," ucapnya.
"Kemitraan antara pengambil kebijakan dan lembaga penelitian untuk bekerja sama memanfaatkan kapasitas lembaha penelitian, mendapatkan dan menggunakan alat atau sistem deteksi virus ini," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa laboratorium-laboratorium medis di Indonesia kini sudah mempunyai alat untuk dengan cepat mendiagnosis orang yang terjangkit virus Corona dari Wuhan, nama alatnya Reagen.
Baca Juga: Kabar Terbaru: Vaksin Virus Corona Masuki Tahap Uji Coba Pada Hewan
Reagen adalah bahan yang digunakan dalam reaksi kimia untuk menganalisis dan mendeteksi adanya virus dalam darah.
"Alat sudah cukup, reagennya sudah ada, jadi pemberitaan di luar itu tidak benar," kata Amin saat ditemui di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta, Kamis (6/1/2020).
Menurut Amin, ada dua alat yang dipakai untuk mendeteksi virus Corona, yaitu Polymerase Chain Reaction atau PCR dan sequencing. PCR digunakan untuk melihat apakah keluarga dari virus corona terdapat di dalam tubuh pasien sedangkan sequencing untuk memastikan apakah itu virus merupakan corona atau bukan.
"Yang punya alatnya juga cukup banyak, bukan hanya lab perguruan tinggi tapi juga pihak swasta. Tapi swasta kan tidak rutin pemeriksaan untuk virus Corona. Yang saya tahu saat ini yang memeriksa adalah litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan dan kedua di Lembaga Eijkman," tambah Amin,
Menurut Amin, lembaga Eijkman sudah berpengalaman dalam mendeteksi virus jenis lain yang sebelumnya sudah diisolasi. Deteksi virus corona tersebutdapat dilakukan selama beberapa jam saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!