Suara.com - WN China Positif Corona Sepulang dari Bali, Kemenkes Jelaskan Kronologinya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tengah menelusuri data Warga Negara China yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. Diceritakan oleh Sekertaris Ditjen P2P Kemenkes RI, dr. Achmad Yurianto, WN China tersebut bernama Jin, seorang lelaki berusia 35 tahun asal Huaihe Xincheng, Gongyuan, Tianjiaan, Huainan, Provinsi Anhui, China.
Jin diketahui datang ke Bali menggunakan maskapai Lion Air langsung dari Wuhan dan pulang kembali ke China melalui Shanghai menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
"Kami sudah langsung menindaklanjuti ini dengan konfirmasi maskapai. Ternyata dari maskapai yang disebutkan, memang didapatkan ada penumpang atas nama Jin yang terbang hanya ada dua orang, satu anak dan satu dewasa. Lalu kita konfirmasi kembalinya dengan (maskapai) Garuda dari Bali-Shanghai tanggal 28 Januari, ada enam orang bernama Jin tapi mulai kita analisa pada dua orang tadi yang penerbangan awal," kata Achmad di Gedung Kemenkes Jakarta, Kamis, (13/2/2020).
Achmad Yurianto melanjutkan, yang bersangkutan masuk rumah sakit di China pada tanggal 5 Februari 2020, atau sekitar tujuh hari setelah pulang dari Bali. Pada 10 Februari 2020, Jin telah dipulangkan ke rumah karena dianggap sudah sembuh dari infeksi virus corona jenis baru ini.
Dari kronologi tersebut, muncul asumsi bahwa Jin bisa jadi tertular virus corona di Bali atau yang lebih parah, tanpa sadar menyebarkan infeksi virus corona di sana. Melihat adannya ancaman tersebut, Kemenkes RI mengaku telah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai aktivitas Jin selama ke Bali.
"Kalau misal terkonfrimasi pada tanggal 5 (sakit) artinya dia sudah melewati masa inkubasi. Melihat data di China, rata-rata masa inkubasi itu di hari ke 10. Artinya kalau hitung mundur dari tanggal 5 mundur 10 hari, kita ketemunya sekitar tanggal 27-28 Januari," tambah Achmad.
Pihak Kemenkes kemudian melakukan kajian analisa data tentang kondisi di Bali saat itu serta mencari tahu aktivitas Jin selama di Bali. Saat dicari tahu lebih lanjut, Kemenkes mengaku bahwa di moment yang sama telah menerima sekitar 14 spesimen dengan 2 spesimen milik WNI serta 12 spesimen warga negara lainnya. "Dan semua hasilnya negatif," tambah dr. Achmad.
Bukan hanya kasus dugaan infeksi virus corona, Kemenkes juga mencoba mencari data lain termasuk kenaikan kasus influenza serta pneumonia di Bali. "Ternyata tidak ada perubahan, angkanya segitu-gitu saja. Kita lengkapi lagi survei pneumonia jg sama."
Baca Juga: Update Virus Corona Covid-19 Kematian Tembus 1.357 Orang, 60.061 Terinfeksi
Lewat kronologi tersebut, Kemenkes menyimpulkan bahwa Jin bisa jadi terinfeksi virus corona di Shanghai bukan di Bali. "Sangat-sangat mungkin terjadi penularan di sana," tambah Achmad.
"Istri dan satu anak yang melakukan perjalanan bersama yang bersangkutan tidak terpapar," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak