Suara.com - Orangtua baru tentu merasa bingung ketika melihat buah hati mereka menjadi sulit tidur. Tapi sebenarnya ini adalah hal yang normal terjadi, karena ini termasuk dalam perkembangan mereka.
Misalnya, sebuah peneliltian menemukan bahwa bayi berusia 6 bulan masih membutuhkan waktu rata-rata 20 menit untuk tidur. Pada usia 2 tahun, balita akan bangun rata-rata satu kali setiap malam.
Penelitian ini juga menemukan ada banyak variasi normal, kata ketua penulis Dr. Juulia Paavonen, dari Rumah Sakit Universitas Helsinki di Finlandia.
"Kita tahu bahwa perbedaan individu sangat besar, dan pola yang berkaitan dengan tidur, bangun tidur, terjaga di malam hari, dan ritme tidur sering berkembang pada tingkat yang berbeda," jelas Dr. Paavonen kepada Reuters.
Untuk mengetahui masalah yang dikhawatirkan orangtua tentang masalah tidur bayi, peneliti menyurvei orangtua dari hampir 5.700 anak untuk mengetahui jenis masalah tidur apa yang dikhawatirkan orangtua. Mereka juga mencari tahu apa yang mungkin menyebabkan kekhawatiran tersebut.
Secara keseluruhan, sekitar 40% orangtua mengkhawatirkan kualitas tidur bayi saat berusia 8 bulan.
Tidur anak-anak akan menjadi stabil dan konsisten seiring berjalannya waktu. Bayi dan balita umumnya tidur antara sembilan dan 10 jam pada malam hari. Jumlah tidur di siang hari mereka pun akan menurun, sekitar total lima jam untuk bayi, menjadi sekitar 2 jam saat balita.
Tak hanya itu, total tidur mereka juga akan semakin berkurang saat berusia 2 tahun, yaitu sekitar 12 jam (untuk malam dan siang hari).
Namun, tidak biasa bagi bayi untuk tidur lebih dari 40 menit atau terbangun di malam hari selama 60 menit di usia lebih dari 8 bulan, demikian temuan studi tersebut.
Baca Juga: 8 Jam Tunggu Antibiotik, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia karena Sepsis
Tidak biasa juga bagi bayi untuk terjaga selama lebih dari 45 menit pada waktu malam selama usia 12 bulan, atau lebih dari setengah jam pada usia 18 bulan.
Melihat jadwal tidur tersebut, tentu akan membuat orangtua khawatir dengan kondisi sang bayi. Apakah mereka sakit atau ada sesuatu yang salah.
"Mengingat pekerjaan bayi adalah makan, tidur dan tumbuh. Pertumbuhan adalah indikator yang berguna untuk masalah kesehatan. Jika pertumbuhannya normal, pola-pola yang kelihatannya seperti masalah tidur pada bayi mungkin juga normal," kata Dr. Joanna MacLean, spesialis tidur di University of Alberta di Edmonton, Kanada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?