Suara.com - Wabah virus corona atau yang sekarang memiliki nama resmi Covid-19 belum berhenti menginfeksi banyak orang. Para ilmuwan sendiri percaya bahwa pria bisa lebih rentan terhadap virus corona karena mereka mungkin memiliki respon kekebalan yang lebih lemah terhadap penyakit, menurut sebuah kolom oleh Financial Times.
Dilansir dari Fox News, Covid-19 telah membunuh lebih dari 1.300 orang dan menginfeksi lebih dari 60.000 di seluruh dunia pada hari Kamis (13/02/2020).
Sekitar dua pertiga dari 99 pasien yang terinfeksi dirawat di rumah sakit Wuhan bulan lalu adalah laki-laki, tulis penulis sains Anjana Ahuja, mengutip sebuah studi medis Lancet yang diterbitkan pada 30 Januari.
"Ini perbedaan mencolok. Sebuah gambar muncul pada 2019-nCoV (sekarang Covid-19) sebagai patogen baru yang secara tidak proporsional memengaruhi pria yang lebih tua, khususnya mereka yang memiliki penyakit seperti jantung dan diabetes," ungkapnya.
Dia mengatakan kemungkinan alasan untuk perbedaan jumlah pasien antara pria dan wanita bisa karena kebiasaan merokok, variasi perawatan di rumah sakit dan perbedaan hormon yang dapat memengaruhi respon sistem kekebalan tubuh.
Wanita rentan terhadap penyakit autoimun, yang menyebabkan bagian dari sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih kuat untuk mengimbanginya, yang menghasilkan kemungkinan respons yang lebih kuat terhadap virus corona.
Wanita juga secara rutin hidup lebih lama dari laki-laki pada enam hingga delapan tahun dan lebih mungkin mencapai usia 100, menurut WHO.
Stanley Perlman, seorang ahli imunologi di University of Iowa dan rekan-rekannya menyarankan bahwa hormon, termasuk Estrogen, bisa menjadi pertahanan yang mungkin melawan virus.
Perlman mempelajari bagaimana SARS (penyakit yang sering dibandingkan dengan covid-19) berdampak pada tikus jantan dan betina. Dia menyimpulkan bahwa tikus jantan terpengaruh dalam jumlah yang lebih besar, sambil menambahkan bahwa studinya konsisten di seluruh virus corona, menurut FT.
Baca Juga: Cara Perkuat Kekebalan Tubuh, Konsultan Nutrisi Beberkan Tips
Dua penelitian pada pasien SARS dan MERS, menemukan bahwa pria memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi untuk kedua penyakit.
Satu studi menunjukkan bahwa dari 1.800 pasien SARS, pria memiliki tingkat 9 persen lebih tinggi. Sebuah studi pada 2019 terhadap 229 pasien MERS menunjukkan bahwa pria memiliki tingkat kematian enam persen lebih tinggi daripada wanita, FT melaporkan.
"Beberapa ilmuwan sekarang yakin bahwa perbedaan jenis kelamin dalam data klinis mencerminkan kerentanan laki-laki yang asli terhadap virus corona, daripada bias dalam paparan," kata Ahuja.
"Pengamatan menambah bukti yang berkembang bahwa secara imunologis, pria adalah jenis kelamin yang lebih lemah," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal