Suara.com - Tersangka narkoba Lucinta Luna telah mengganti kelaminnya dari laki-laki ke perempuan di Thailand, karena mengalami dysphoria gender atau gangguan identitas gender.
Lucinta Luna pun telah mengajukan surat permohonan ganti kelamin ke Pengadila Negeri Jakarta Selatan dengan alasan tersebut pada 26 November 2019 lalu.
Menurut mantan kuasa hukumnya yang tidak ingin disebutkan namanya, membenarkan Lucinta Luna mengalami dysphoria gender dengan bukti Surat Keterangan Dokter atau Certificated by Attending Doctor dari Rumah Sakit Rajyindee Thailand.
"Buktinya surat-surat operasi (ganti kelamin) dari RS di Thailand. Kan logikanya kalau orang udah operasi kelamin mau ngomong apalagi. Dia kan ada penyakit dysphoria itu," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2020).
Seperti yang diketahui, dysphoria gender merupakan gangguan identitas gender yang biasa dialami transgender. Gangguan ini membuat seseorang tidak nyaman, tertekan hingga depresi karena merasa identitas gendernya tidak sesuai jenis kelaminnya sejak lahir.
Menurut panduan psikiatri Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) dilansir dari Web MD, seseorang bisa didiagnosis mengalami dysphoria gender jika mengalami gejala tertentu selama minimal 6 bulan. Pada anak-anak, gejala dysphoria gender, antara lain:
1. Secara konsisten, mereka mengatakan dirinya seorang gadis walaupun memiliki sifat fisik anak laki-laki atau sebaliknya.
2. Mereka memiliki perasaan suka dengan teman yang jenis kelaminnya sama.
3. Menolak memakai pakaian, mainan dan melakukan permainan khas untuk anak laki-laki atau perempuan.
Baca Juga: Hamil Cepat setelah Alami Preeklamsia Bisa Memicu Kelahiran Prematur
4. Menolak buang air kecil dengan cara berdiri atau duduk seperti yang dilakukan anak laki-laki atau perempuan.
5. Mereka menyatakan ingin menyingkirkan alat kelaminnya dan memiliki alat kelamin yang diinginkan.
6. Mereka meyakini akan tetap tumbuh sebagai perempuan ketika dewasa, meskipun memiliki fisiknya laki-laki dan sebaliknya.
7. Mereka mengalami tekanan ekstrim tentang perubahan tubuhnya selama masa pubertas.
Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, gejala dysphoria gender meliputi:
1. Mereka merasa jenis kelaminnya sudah tidak selaras dengan tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?