Suara.com - Penyebab Serangan Jantung Ashraf Sinclair, Indonesia Kebal Corona Covid-19?
Aktor sekaligus suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, meninggal dunia hari ini, Selasa (18/2/2020) karena serangan jantung. Apa penyebab lelaki bugar seperti Ashraf Sinclair kena serangan jantung?
Ada pula alasan mengapa Indonesia masih belum menemukan kasus virus corona covid-19 di hingga dampak radiasi nuklir bagi tubuh.
Semuanya terangkum dalam 5 berita kesehatan menarik hari ini, Selasa (18/2/2020).
1. Serangan Jantung di Pagi Hari Seperti Ashraf Sinclair, Apa Penyebabnya?
Ashraf Sinclair, suami Bunga Citra Lestari, meninggal dunia pukul 04.00 pada Selasa (18/2/2020) akibat serangan jantung. Tentu saja kabar ini cukup mengejutkan, mengingat lelaki yang berprofesi sebagai aktor dan model ini terlihat bugar dan sehat dalam kesehariannya.
Serangan jantung sendiri sebenarnya bisa terjadi secara tiba-tiba dan kapan saja. Tapi, seperti dikutip dari Hello Sehat, kebanyakan orang mengalami serangan jantung di pagi hari.
2. 3 Alasan Indonesia 'Kebal' Virus Corona Covid-19, Benar karena Doa?
Baca Juga: Zodiak Kesehatan 18 Februari 2020: Leo Lawan Perasaan Negatif dengan Minum
3 Alasan Indonesia 'Kebal' Virus Corona Covid-19, Benar karena Doa?
Di saat angka infeksi sudah mencapai lebih dari 70 ribu orang, Indonesia masih berstatus zero virus corona Covid-19 hingga saat ini. Yang terbaru, hasil pemeriksaan spesimen Balitbangkes pada 17 Februari 2020 menyatakan 102 sampel negatif dan 2 spesimen masih diperiksa.
3. Update Corona Covid-19: 73.332 Terinfeksi, 12.712 Dinyatakan Sembuh
Jumlah kasus virus corona Covid-19 masih terus mengalami kenaikan, baik dari jumlah korban yang terinfeksi maupun korban meninggal. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini pun semakin menyebar ke beberapa negara lainnya.
Dikutip dari worldometers.info, hingga berita ini dibuat, tercatat ada 73.332 kasus Covid-19 di seluruh dunia, dan 12.712 di antaranya dinyatakan telah berhasil sembuh. Sementara itu, masih ada 58.747 pasien yang terinfeksi, dengan 11.795 di antaranya masih dalam kondisi serius atau kritis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien