Suara.com - Anda mungkin tidak pernah membayangkan jika harus minum air kencing sendiri. Tetapi, hal aneh ini justru dilakukan oleh seorang pria asal Inggris demi kesehatannya.
Harry Matadeen (32) seorang pria asal Inggris ini selalu minum 200 ml atau 2 gelas urine-nya yang sudah berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Ia selalu mencapurkan urinnya yang sudah lama dengan air kencing barunya.
Tak hanya meminumnya, Harry Matadeen juga mengoleskan air kencingnya ke tubuh dan memijatnya setiap pagi. Harry Matadeen percaya bahwa cara mengoleskan air kencing ke tubuh bisa menunda penuaan.
Harry Matadeen pun merasa kondisinya lebih sehat, bahagia dan pintar setelah mengonsumsi air kencingnya sendiri. Tetapi, seorang ahli menilai seseorang tak seharusnya meminum air kencingnya sendiri.
"Sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terapi urine memiliki nilai terapeutik," kata Profesor Henry Woo, seorang ahli bedah urologi di University of Sydney dikutip oleh The Sun.
Harry mengaku pertama kali minum air kencingnya sendiri sekitar 4 tahun lalu setelah merasa tertekan dan tidak sehat secara fisik. Saat itu Harry merasa energi tubuhnya meningkat secara instan.
"Saya telah mengetahui terapi urine ketika saya membaca buku berjudul Your Own Perfect Medicine oleh Martha Christy. Saya menjadi berpikiran terbuka untuk mencobanya dan lebih sehat," kata Harry.
Setelah membaca buku itulah Harry mulai mencoba terapi dengan meminum urine miliknya. Harry selalu meminumnya setiap pagi dan perlahan merasa depresinya mulai membaik.
Pada awalnya, Harry juga merasa aneh saat meminum air kencingnya sendiri. Tetapi, ia tak peduli dan berusaha menyukainya. Bahkan ia sudah merasa terobsesi meminum air kencingnya sendiri.
Baca Juga: Khawatir Mutasi Baru Covid-19, WHO Naikkan Masa Inkubasi Jadi 28 Hari
"Air seni yang saya minum biasanya berumur beberapa minggu hingga satu bulan dan saya menambahkannya setiap hari dengan air seni segar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak