Suara.com - Penyanyi sekaligus aktris Ussy Sulistiawaty sering pingsan dan kejang pada kehamilannya yang sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh suaminya, Andhika Pratama.
Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan tak hanya bagi Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama, tetapi juga bagi ibu hamil lainnya yang memiliki keluhan sama.
Tak heran bila keluhan Ussy ini menjadi salah satu berita yang mendapat sorotan publik, karena penting untuk diketahui apa penyebab dan solusi yang mesti dilakukan agar keluhan tersebut tak semakin parah.
Selain berita tentang kehamilan Ussy Sulistiawati, ada empat berita menarik lainnya dari kanal kesehatan yang patut Anda baca seperti viralnya video bocah korban bully di Australia yang menyayat hati. Ingin tahu selengkapnya? Berikut rangkuman lima berita terpopuler dari kanal kesehatan yang dihimpun Suara.com.
1. Ussy Sulistiawaty Pingsan sampai Kejang saat Hamil, Ketahui Risikonya!
Ussy Sulistiawaty baru-baru ini memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Istri Andhika Pratama ini mengaku sering pingsan pada kehamilannya sekarang.
Andhika Pratama pun bercerita bahwa Ussy bisa jatuh pingsan sebanyak 2 kali dalam sehari. Bahkan Ussy bisa pingsan meskipun sedang tidak kelelahan alias lebih banyak istirahat di rumah.
2. Takut Kemampuannya Hilang, Wanita Ini Main Biola saat Operasi Tumor Otak
Baca Juga: Viral di Medsos Warganet Debat Hewan Ini Anjing atau Rubah, Lucu Banget!
Seorang musisi memainkan biolanya ketika mendapat tindakan operasi tumor di otaknya. Dagmar Turner, musisi yang main biola saat operasi ini ingin memastikan bahwa kemampuannya tidak akan hilang.
Dagmar Turner, musisi 53 tahun asal Inggris ini mengaku khawatir akan kehilangan keahliannya bermain biola setelah menjalani operasi tengkorak.
3. Minum Air Kencing yang Difermentasi, Pria Ini Merasa Lebih Berenergi
Kebiasaan minum air kencing atau urine bukanlah hal baru dan sudah diterapkan banyak orang yang percaya akan khasiatnya. Namun pria satu ini melakukan hal cukup berbeda, ia menyimpan urine-nya cukup lama baru mengonsumsinya.
Harry Matadeen, seorang pelatih kesehatan memulai kebiasaan itu empat tahun yang lalu. Setiap hari ia meminum 200ml urin "tua" yang bisa berusia beberapa minggu hingga sebulan serta memijatnya ke kulitnya setiap pagi.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Buat Peta 3D Pertama dari Protein Utama Corona Covid-19
-
Viral Video Pasien Bermain Biola saat Operasi Otak
-
Setelah Diamond Princess, Kapal Pesiar World Dream Juga Diintai Covid-19?
-
Wacana Pemulangan 74 WNI di Diamond Princess, Diobservasi di Natuna Lagi?
-
Kemenkes Siapkan Dua Opsi Jemput 74 WNI dari Diamond Princess, Apa Saja?
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien