Suara.com - Kasus positif virus corona atau Covid-19 masih terus menjadi perhatian di seluruh dunia. Kekinian bahkan telah ditetapkan tiga negara menjadi episentrum baru, yakni Korea Selatan (Korsel), Italia, dan Iran.
Jumlah kasus positif di ketiga negara tersebut terus bertambah secara signifikan dengan jumlah yang mencapai ratusan kasus baru.
Dilansir laman worldometers.info Minggu (1/3/2020), data yang dilaporkan secara real-time hingga pukul 03:30 GMT, jumlah kasus corona di seluruh dunia mencapai 86.992 orang, dengan angka kematian 2.979 jiwa. Sisi baiknya, jumlah kesembuhan meningkat dengan total 42.334 jiwa.
Jumlah tersebut tersebar di beberapa negara seperti Vietnam, India, Rusia, Kamboja, Mesir, Belgia, Nepal, dan Sri Lanka. Hingga kimi, virus Covid-19 telah menjangkiti 64 negara dan satu kapal pesiar Diamond Princess.
Sementara, kematian pertama tercatat pula di beberapa negara. Seperti Amerika Serikat, yang memiliki total 68 kasus, 7 di antaranya sudah sembuh dan satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Semakin menyebar, virus corona kini terdeteksi di luar Asia. Di Eropa, kasus pertama dilaporkan di Irlandia, Luxembourg, Qatar, dan Ekuador.
Saat Indonesia masih berstatus zero Corona Covid-19, sedikit banyak hal ini membuat berbagai kabar hoaks bertebaran, termasuk kabar 6 kota zona kuning corona di Indonesia, yang beredar dalam pesan WhatsApp.
Kota-kota yang disebutkan sebagai 6 kota zona kuning corona adalah Jakarta, Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali, dan Manado. Kabar ini kemudian langsung ditepis Kementerian Kesehatan RI dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Hasil Tes Negatif Masih Mungkin Kena Corona, Dokter Ini Beri Penjelasannya
"Kemenkes tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang ‘6 kota zona kuning corona’, sebagaimana informasi yang beredar di media sosial," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM, melalui rilis resminya, Jumat (28/2/2020).
Widya mengatakan Kemenkes sudah melakukan segala upaya mencegah dan menjaga agar Covid-19 tidak masuk ke tanah air. Termasuk upaya penjagaan di berbagai pintu masuk pendatang yang siap sedia di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
"Sejauh ini Kemenkes terus melakukan upaya cegah tangkal Covid-19 di 135 pintu masuk negara (darat, laut, udara), termasuk SDM dan peralatannya," pungkas Widya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter