Suara.com - Para ahli memeringatkan bahwa uang kertas kotor mungkin bisa menyebarkan virus corona Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendesak semua orang untuk melakukan transaksi tanpa kontak dalam upaya menurunkan risiko penularan virus.
Peringatan ini keluar ketika virus corona Covid-19 terus terdeteksi di seluruh Eropa dengan jumlah korban yang terus meningkat hingga menyaingi asal wabah virus di China.
WHO menyarankan agar semua orang selalu mencuci tangan setelah menyentuh uang kertas. Karena, virus corona bisa menempel di mata uang kertas dengan cara yang sama ketika virus hidup di gagang pintu rumah, gagang pintu toilet dan lift.
Apalagi uang kertas sudah pasti pernah berpindah tangan ratusan kali. Kondisi ini meningkatkan segala bentuk kotoran dari serangga atau manusia menempel di permukaan mata uang kertas.
"Kami tahu bahwa uang sering berpindah tangan dan ada banyak jenis bakteri serta virus yang menempel," kata juru bicara WHO dikutip dari The Sun.
Karena itulah, WHO menyarankan orang untuk mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan menghindari menyentuh wajahnya. Jika memungkinkan, WHO menyarankan semua orang untuk melakukan pembayaran tanpa kontak untuk mengurangi risiko penularan.
Bank of England juga mengakui bahwa uang kertas bisa membawa bakteri atau virus. Sehingga pihaknya mendesak semua orang agar mencuci tangan setelah memegang uang.
Sebelumnya, China dan Korea telah mengambil langkah untuk mendesinfeksi dan mengisolasi uang kertas sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit.
Sebuah studi tentang virus corona Covid-19 yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection, mengungkapkan bahwa virus corona manusia bisa menular pada permukaan benda mati hingga 9 hari dalam suhu kamar.
Baca Juga: Sibuk Rawat Pasien Corona, Perawat di China Minta Pemerintah Carikan Jodoh
Meskipun demikian, para ahli mengatakan kalau virus bisa cepat mati atau tidak aktif jika disemprot disinfektan dan ketika berada di suhu yang lebih tinggi.
Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma