Suara.com - Pejabat kesehatan Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa siapa pun yang menginginkan tes screening virus corona Covid-19 dapat melakukannya atas persetujuan dokter. Tetapi kapasitas pengujian yang dimiliki negara masih sangat terbatas, sehingga para dokter khawatir klinik dan rumah sakit bisa kewalahan.
Umumnya, pasien yang menderita demam, batuk, atau kesulitan bernapas dapat melakukan tes diagnostik, tergantung pada penilaian dokter. Tetapi di tengah musim flu saat ini, puluhan juta orang Amerika sudah mengalami gejala masalah pernapasan, sehingga dokter sulit membedakan mana yang perlu melakukan tes virus corona Covid-19.
Pemerintah Gedung Putih telah berulang kali berjanji untuk memperbanyak rumah sakit yang mampu lakukan tes.
"Kami sudah kewalahan dengan telepon siang dan malam," kata dr. Julie Vaishampayan, petugas kesehatan masyarakat di Stanislaus County di Modesto, California, seperti dilansir dari laman New York Times, Kamis (5/3/2020).
Ia menyatakan, laboratorium kesehatan masyarakat di California sudah bekerja tujuh hari dalam seminggu.
Jumlah pasien meninggal akibat corona Covid-19 di Amerika Serikat telah meningkat menjadi 11 dan jumlah kasus yang dikonfirmasi sebanyak 157. Sepuluh kematian terjadi di daerah Seattle, dan pada Rabu (4/3) malam, Facebook mengumumkan bahwa seorang kontraktor di sana telah dinyatakan positif Covid-19.
Media The Times California juga melaporkan kabar kematian pertama di sana pada Rabu (4/3). Korban diidentifikasi sebagai mantan penumpang di kapal pesiar Grand Princess, yang ditahan di perairan San Francisco setelah 11 penumpang dan 10 anggota awak menunjukkan gejala infeksi.
Enam kasus baru juga dilaporkan di daerah Los Angeles, dan Gubernur Gavin Newsom menyatakan keadaan darurat. Secara keseluruhan, lebih dari 50 kasus telah diidentifikasi di California.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengarahkan dokter untuk mengesampingkan penyebab lain dari penyakit pernapasan dan untuk antisipasi kemungkinan kembali ada kasus virus corona Covid-19 di daerah lain.
Baca Juga: Cegah Corona Covid-19, Jokowi Contohkan Cuci Tangan yang Benar, Ikuti Yuk!
Petugas kesehatan yang memiliki kontak dekat dengan pasien positif Covid-19, serta siapa saja yang bepergian baru-baru ini ke China, Iran, Italia, Jepang, atau Korea Selatan, dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan.
Wakil Presiden Mike Pence mengatakan bahwa semua laboratorium di tingkat negara bagian dapat melakukan tes corona Covid-19 tanpa sumber daya tambahan dari pemerintah federal.
"Sebanyak 2.500 alat tes akan keluar minggu ini. Mampu menguji 1,5 juta pasien," katanya.
Tetapi para dokter mengeluhkan bahwa tes virus corona Covid-19 terhadap orang-orang yang tidak memiliki kebutuhan justru mengalihkan sumber daya dari pasien yang sakit parah yang diagnosisnya tidak diketahui.
Ketika diagnosis tidak pasti, sulit untuk memutuskan menggunakan alat pelindung yang terbatas secara tepat atau apakah akan mengisolasi pasien.
Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026