Suara.com - Duh! Air Mani Berdarah Bisa Terjadi Pada Lelaki, Apa Saja Penyebabnya?
Mengalami luka hingga berdarah rasanya sudah menyakitkan dan tak enak dilihat. Apalagi jika darah bercampur dengan air mani yang dikeluarkan oleh penis, pasti kepanikan melanda lelaki. Pernah mengalaminya?
Dilansir laman Kliniklelaki.com, air mani berdarah dikenal juga sebagai hematospermia. Kejadian bisa dialami oleh lelaki sejak usia pubertas, meskipun lebih umum terjadi pada lelaki berusia di atas 40 tahun.
Lalu, dari mana darah tersebut berasal? Menurut WebMD, darah berasal dari saluran mani yang mengalami peradangan, infeksi bakteri, infeksi virus, atau adanya penyakit kelamin. Selain itu, infeksi pada vesikula seminalis dan prostat juga bisa menyebabkan air mani berdarah.
Air mani berdarah bisa juga disebabkan setelah lelaki mendapatkan tindakan medis tertentu, seperti biopsi prostat. Tindakan medis terhadap kandung kemih bisa juga menyebabkan air mani berdarah.
Beberapa penyebab di atas, tentunya selain penyakit kelamin cenderung tidak serius dan dapat diatasi dengan menggunakan obat antibiotik atau anti inflamasi.
Lalu, kapan air berdarah menandakan penyakit serius yang wajib diperhatikan?
Trauma setelah cedera panggul, testis atau cedera lain bisa menyebabkan air mani berdarah. Selain itu air mani berdarah bisa juga terjadi saat Anda bercinta tatau masturbasi berlebihan. Trauma pada saluran kemih juga bisa menyebabkan uretra mengalami pendarahan, namun ini bukanlah hematospermia.
Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan air mani berdarah antara lain:
Baca Juga: Tak Sengaja Keluar Air Mani saat Berpuasa, Apa Hukumnya?
- Hipertensi parah
- Gangguan pembekuan darah, atau masalah pada pembuluh darah. Semua struktur halus yang terlibat dalam proses ejakulasi, dari prostat hingga ke tabung jalur transportasi sperma, mengandung pembuluh darah. Kompleks pembuluh darah ini bisa rusak sehingga menimbulkan munculnya darah dalam air mani.
- Kanker termasuk kanker prostat, kanker testis, dan kanker kandung kemih. Akan tetapi, kebanyak pria dengan kanker prostat tidak akan menunjukkan gejala ini kecuali mereka pernah menjalankan biopsi prostat yang menyebabkan perdarahan.
- Seminal vesicle calculi pengendapan batuan kecil dalam vesikula seminalis
- Kondisi medis lainnya HIV, gangguan hati, leukimia, tuberkulosis, infeksi parasit, hemofilia, dan kondisi medis lainnya yang terkait dengan perdarahan dalam air mani.
Lalu, kapan harus memeriksakan diri ke dokter? Anda bisa melakukan analisa singkat dengan menghitung faktor frekuensi air mani berdarah, usia, dan faktor risiko lain.
Jika Anda berusia kurang dari 40 tahun, hanya pernah mengalami 1-2 kali kondisi air mani berdarah, dan hasil tes tidak menunjukkan Anda memiliki kondisi medis serius yang mendasarinya, Anda tidak memerlukan rujukan rumah sakit.
Namun jika Anda berusia 40 tahun atau lebih, mengalami gejala air mani berdarah yang berulang dan tidak menghilang, atau hasil tes menunjukkan adanya potensi penyebab medis lain yang mendasari kondisi Anda saat ini maka anda sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter ahli terkait hal ini agar menerima tindakan medis yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi