Suara.com - Pengguna KRL Pasti ODP Virus Corona? Dokter: Tidak Bisa Demikian
Seorang warganet bernama Zul baru-baru ini viral di media sosial Twitter lantaran datanya sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus corona Covid-19 tersebar luas di media sosial.
Kepada Suara.com, ia mengaku bahwa langsung ditetapkan sebagai ODP karena berstatus sebagai penumpang aktif KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota untuk bekerja, selain karena ia juga memiliki gejala seperti demam, batuk, dan flu.
"Pas gua dapet status ODP, gua inget banget dokternya ngomong gini 'Semua yang naik KRL itu statusnya ODP, bahkan semua tenaga medis di sini juga ODP, jadi mas istirahat aja di rumah ya jangan ke mana-mana'" tulisnya dalam utas di akun Twitter-nya, @uky_uky, seperti dikutip Suara.com pada Rabu (25/3/2020).
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyebut KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota sebagai salah satu tempat berisiko tinggi penularan virus corona. Namun menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dengan menjadi penumpang aktif tak serta-merta seseorang bisa dikategorikan sebagai ODP.
"Tidak bisa demikian, saya sih nggak bisa bilang gitu. Sekarang ini belum bisa dibilang langsung ODP. Kenapa? Karena basicnya ODP itu kan mesti ada kontak (dengan pasien positif)," kata dr Ari melalui sambungan telepon pada Suara.com.
Ia menyebut Zul belum jelas kontak riwayatnya, walau meskipun bisa saja naik KRL berdesak-desakkan berpotensi terjadinya penularan. Walau secara prinsip memang dengan kondisi seperti ini, orang dengan gejala demam, batuk, atau pilek biasanya sudah dicurigai tertular Covid-19.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalam KRL kita belum tahu apakah teman atau sebelah kita positif, sehingga ada risiko close contact.
"Cuma kan masalahnya kita nggak tau ada yang positif atau nggak di situ," imbuhnya.
Baca Juga: Curahan Hati ODP: Mental Saya Drop, Mengapa Data Pribadi Disebar di Medsos
dr Ari menjelaskan bahwa ketika ia berpraktik pun apabila ada pasien mengeluhkan demam, ia langsung menganjurkan untuk diperiksa darah dan rontgen. Jika gejalanya mengalami perburukan, maka pasien tersebut harus segera dirawat ke rumah sakit.
Menurut Panduan Kesehatan Masyarakat untuk Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, seseorang bisa dimasukkan dalam kategori ODP apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini:
1. Orang yang mengalami demam di atas 38 derajat celsius atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
2. Orang yang mengalami gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh