Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meminta tenaga medis Covid-19 yang ditolak warga di tempat tinggal agar melaporkan kepada pemerintah daerah setempat.
"Laporin ke Pemda (setempat) saja kayak gitu-gitu. Ya kan enggak mungkin Kemenkes menyelesaikan semua, laporin ke Pemda," ujar Yurianto saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/3/2020).
Pernyataan Yurianto menanggapi adanya penolakan kepada perawat yang menangani pasien corona di tempat tinggalnya.
Ia meyakini bahwa aksi pengusiran terhadap tenaga medis yang menangani pasien corona dilakukan oleh oknum, bukanlah dari warga.
"Itu hanya oknum saja. Saya yakin bukan masyarakatnya," kata dia
Kendati demikian, Yurianto meminta agar masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah dengan menjaga jarak, melakukan aktivitas di rumah dan menjauhkan tempat keramaian.
Sebelumnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melakukan advokasi terhadap kalangan dokter dan perawat pasien virus corona atau COVID-19 di Jakarta yang ditolak warga di tempat domisili mereka tinggal.
"Sekarang saya sedang coba menghubungi PPNI daerah untuk mengadvokasi ini," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah yang dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Upaya advokasi dilakukan setelah adanya laporan kalangan dokter dan perawat yang sedang menangani kasus COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan mendapat penolakan kembali ke kosan atau rumah mereka.
Baca Juga: Terpapar Covid-19, Petinju yang Buat Fury Dapat 47 Jahitan Tolak Tes Corona
Diketahui, kabar adanya perawat yang diusir dari indekosnya di Jakarta itu beredar di media sosial. Informasi mengenai hal itu salah satunya diunggah oleh akun Twitter @WagimanDeep212. Hingga Selasa (24/3) cuitannya sudah mendapat 2.357 retweets dan 4.311 likes.
"Ane dapat kabar yg bikin hati miris..Beberapa Perawat dari RS terkenal ibukota diusir paksa dari tempat kost nya yg disekitar RS tempat mreka bekerja, krena pemilik kost takut trkena corona..bahkan sempat ditolak juga ketika beli nasi di warteg. #TerimakasihParamedisIndonesia," tulis akun @WagimanDeep212.
Berita Terkait
-
Heboh Perawat Diusir di Jakarta, IDI: Pemerintah Harus Tanggung Jawab!
-
Diusir Warga karena Corona, Perawat Terpaksa Tidur di RS Persahabatan
-
PPNI Advokasi Perawat Pasien Corona yang Ditolak Warga
-
Sakit dan Tanpa Alat Medis, Perawat di Merauke Kena Corona Tertular Pasien
-
Kisah Perawat Pasien Corona: Kami Bukan Pahlawan, Kami Kelelahan....
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman