Suara.com - Menyikapi virus corona atau Covid-19 yang terus mewabah di Indonesia dan telah menginfeksi 1046 orang, Dewan Pimpinan Pusat Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (DPP MHKI), meminta anggotanya untuk memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) bagi para petugas medis.
"Memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) atau bantuan dalam bentuk apapun kepada fasilitas kesehatan berdasarkan kemampuan yang yang dimiliki," ujar Ketua Umum DPP MHKI dr. Mahesa Paranadipa Maikel, M.H melalui rilis yang diterima Suara.com, Sabtu (28/3/2020).
Ia mengatakan, selain mengibau seluruh jajaran pengurus untuk memberlakukan jaga jarak fisik atau physical distancing, Mahesa juga meminta pengurus untuk mengedukasi masyarakat terkait hal itu.
"Mengedukasi masyarakat untuk menjalankan physical distancing serta menjaga diri agar tetap selalu sehat di tengah wabah ini melalui media massa, media sosial, atau media lainnya yang tidak memerlukan kontak dekat," jelasnya.
Sebagai organisasi yang mengadvokasi kebijakan dan masyarakat, pengurus MHKI juga diminta untuk selalu mendorong pemerintah untuk serius melindungi masyarakat dan praktisi medis untuk menghindari penularan.
"Mengadvokasi pemerintah untuk serius memberikan perlindungan kepada petugas kesehatan yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19, serta tetap mengedukasi masyarakat," kata dr. Mahesa.
Terakhir, anjurannya ialah meminta kepolisian untuk tidak memproses pengaduan, dengan pihak tenaga medis sebagai yang diadukan. Mengingat saat ini mereka sedang konsenterasi berjuang menangani pandemi Covid-19.
"Mengadvokasi kepolisian dan pengadilan setempat untuk tidak memproses pengaduan pidana maupun perdata dengan teradu petugas ataupun fasilitas kesehatan. Petugas dan fasilitas kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah Covid-19," tutupnya.
Baca Juga: Bukannya Dipuji, Petugas Medis yang Tangani Corona di India Justru Diusir
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?