Suara.com - Selama pandemi corona berlangsung, disinfektan menjadi hal yang kini familiar dengan masyarakat. Menyemprotkan cairan disinfektan dianggap ampuh untuk meminimalisir rantai penyebaran virus corona baru atau Covid-19.
Dilansir dari Sciencema.org, kata Juan Leon, seorang ilmuwan kesehatan lingkungan di Emory University, disinfektan rumah tangga biasa, termasuk sabun atau larutan pemutih yang diencerkan, dapat menonaktifkan virus corona pada permukaan dalam ruangan.
"Virus corona adalah virus yang diselimuti dengan lapisan lemak pelindung," kata Leon. Disinfektan merobek lapisan lemak itu dan membuat virus corona "cukup lemah" dibandingkan dengan norovirus dan virus umum lainnya yang memiliki cangkang protein lebih kuat.
Namun, bagaiamana dengan menyemprot disinfektan di area outdoor? Menurut berbagai laporan berita lokal termasuk Shanghai dan Gwangju, Korea Selatan, disinfektan paling umum digunakan untuk outdoor adalah larutan encer natrium hipoklorit, atau produk pemutih rumah tangga.
Tetapi tidak jelas apakah pemutih dapat merusak virus corona di luar ruangan. Dan jika itu membunuh mereka di permukaan benda, tidak jelas apakah itu akan membunuh virus di udara.
Sebab, pemutih sendiri rusak di bawah sinar ultraviolet (UV). Kemudian lagi, kata Leon, sinar UV tampaknya juga menghancurkan virus corona.
Di sisi lain, mungkin ada efek samping bila desinfeksi menyebar luas dengan pemutih, kata Julia Silva Sobolik, seorang mahasiswa pascasarjana di laboratorium Leon.
"Pemutih sangat mengiritasi selaput lendir," kata Sobolik. Itu berarti orang yang terpapar disinfektan yang disemprotkan, terutama pekerja yang menyemprotkannya, berisiko mengalami masalah pernapasan, di antara penyakit lainnya.
Sobolik mencatat bahwa penelitian Oktober 2019 di JAMA Network Open menemukan bahwa perawat yang secara teratur menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan berisiko lebih tinggi terkena penyakit paru obstruktif kronik.
Baca Juga: Inikah 'Lockdown' ala Belanda yang Bakal Diadopsi Karantina Wilayah RI?
Bahkan dalam siaran televisi baru-baru ini oleh CCTV negara di China, Zhang Liubo, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, memperingatkan masyarakat akan disinfeksi outdoor.
"Permukaan luar, seperti jalan, lapangan, halaman rumput, tidak boleh disemprotkan dengan desinfektan berulang kali. … Menyemprotkan disinfektan ke area yang luas dan berulang kali dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan harus dihindari," ujarnya.
Mengesampingkan fakta bahwa disinfektan juga dapat memberi efek buruk, menurut Leon hal terbaik untuk tetap dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona adalah menerapkan saran kebersihan standar.
Yakni tetap di rumah jika Anda sakit, kurangi kontak dekat dengan orang lain, pastikan untuk menutup mulut jika bersin atau batuk, dan cuci tangan secara teratur selama setidaknya 20 detik. "Tampak sederhana namun efektif," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?