Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan, RNA virus penyebab Covid-19 ditemukan di kapal Diamond Pricess setelah 17 hari. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai berapa lama RNA virus Covid-19 bisa bertahan di permukaan.
Seorang epidemologis penyakit infeksi, Prof. Dr. Julia Marcus menyatakan bahwa memang ada sisa RNA Covid-19 di permukaan kabin. "Di sana memang terdeteksi virus, namun bukan berarti orang yang kontak di kabin langsung positif Covid-19," tambah profesor yang juga bekerja di Harvard pada The Guardian.
Ia menambahkan, bahwa Covid-19 bisa bertahan di permukaan dengan waktu tergantung pada pelekatnya.
"The New England Journal of Medicine baru saja menerbitkan sebuah penelitian yang menguji berapa lama virus dapat tetap stabil pada berbagai jenis permukaan dalam pengaturan laboratorium yang terkontrol," kata Marcus.
"Mereka menemukan bahwa itu masih dapat dideteksi pada tembaga hingga empat jam, pada kardus hingga 24 jam, dan pada plastik dan baja hingga 72 jam."
Walaupun terdapat di permukaan benda, Julia Marcus menyatakan kebanyakan orang yang positif corona tertular dari manusia, bukan melalui permukaan yag terkontaminasi.
"Sejauh yang kita tahu sekarang, orang-orang lebih mungkin terinfeksi melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi daripada dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi," kata dia.
Meskipun risiko tertular melalui permukaan kecil, profesor imunologi Universitas Yale, Dr. Akiko Iwasaki mengimbau untuk tetap berhati-hati.
"Virus ini cukup stabil pada bahan seperti plastik dan baja karena dapat bertahan selama beberapa hari. Jadi sangat mungkin bahwa seseorang yang sakit akan memaparkan virus ke permukaan dan kemudian orang lain akan menyentuhnya, kemudian menyentuh wajahnya," kata Iwasaki pada The Guardian.
Baca Juga: Ilmuwan Sebut Gejala Covid-19 Bertambah, Hilang Indera Pengecap Rasa
Oleh karena itu, Dokter Julia Marcus meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan, termasuk kebersihan permukaan barang-barang.
"Sebaiknya secara rutin membersihkan semua permukaan yang paling banyak disentuh, seperti gagang pintu dan toilet. Pembersih rumah tangga biasa efektif, termasuk larutan pemutih, dan larutan alkohol berkadar 70% alkohol," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa