Suara.com - Tak Mampu Lindungi Tenaga Medis, Penanggulangan Pandemi Bisa Kacau
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara di kawasan Asia menggunakan pendekatan menyeluruh dalam menghadapi pandemi virus Corona Covid-19.
Demi mencegah lebih banyak lagi orang terinfeksi dan pasien meninggal dunia, perlindungan bagi tenaga medis sangat penting.
Direktur WHO Kawasan Asia Selatan-Timur, dr. Poonam Khetrapal Singh, melalui sebuah pernyataan yang dikeluarkan di New Delhi, India, menyebut kebanyakan negara menyoroti kebutuhan perlengkapan medis, alat tes, alat pelindung diri bagi tenaga medis, serta keperluan meningkatkan kapasitas sistem kesehatan, khususnya untuk menangkal penularan lokal di masyarakat.
"Kekurangan semacam ini adalah masalah global, dan menjadi salah satu yang paling berdampak terhadap langkah penanganan kita. Jika kita tidak bisa melindungi pekerja medis dan tidak mampu menjalankan cukup banyak tes, kita akan berjuang dengan satu tangan terikat," kata Singh dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).
Karenanya, ia menyatakan bahwa WHO akan terus bekerja dengan Jaringan Rantai Pasokan Pandemi untuk menjamin dukungan terhadap semua negara dengan risiko tinggi terjangkit ataupun yang sudah terdampak hebat COVID-19.
Singh juga menyebut bahwa masyarakat perlu berada di pusat langkah penanganan COVID-19 agar ada pendekatan yang lebih menyeluruh.
"Tanggung jawab harus dipikul bersama. Dalam tahap ini, setiap orang harus berkontribusi untuk meminimalisasi dampak kesehatan serta sosial ekonomi akibat pandemi ini," kata Singh.
WHO Kawasan Asia Selatan-Timur (South-East Asia Region/SEARO) menaungi 11 negara anggota yang tersebar di wilayah Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara, yakni Bangladesh, Bhutan, Korea Selatan, India, Indonesia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Timor Leste.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini Panduan Belanja Selama Pandemi Covid-19
Singh telah menggelar rapat jarak jauh bersama para menteri negara-negara di kawasan tersebut untuk memetakan apa saja yang menjadi kesulitan masing-masing negara dalam menanggulangi COVID-19.
Di samping itu, Singh menyampaikan apresiasi terhadap India, Indonesia, dan Thailand yang telah bergabung dalam WHO Solidarity Trial, program WHO untuk menguji empat obat agar diketahui mana yang paling efektif bagi pasien terjangkit corona.
"Semakin banyak negara yang bergabung, akan semakin cepat pula kita mendapatkan hasilnya. Saya memohon semua negara agar ikut mendaftarkan diri," kata Singh. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan