Suara.com - Saat ini banyak orang memakai masker kain untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Karena, masker medis seperti masker bedah dan masker N95 lebih dibutuhkan oleh tenaga medis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga telah menyarankan masyarakat umum menggunakan masker kain atau masker DIY. Langkah ini sekaligus cara mencegah kelangkaan masker medis untuk para petugas medis.
Tetapi, pembuatan masker kain atau masker DIY juga tidak bisa sembarangan. Anda perlu mempertimbangkan beberapa kain mungkin saja bisa mengiritasi kulit jika digunakan sebagai masker.
Dr Erum Ilyas, seorang dokter kulit bersertifikat dan pendiri lini pakaian pelindung AmberNoon dilansir oleh Fox News, telah memberi tahu bahan masker kain terbaik yang aman bagi kulit sensitif.
Secara umum, masker digunakan untuk mencegah penyebaran bakteri. Tapi, virus berukuran kurang dari 1 mikron bisa lolos dari sebagian besar kain. Karena, virus bisa berukuran lebih kecil daripada bakteri.
Dalam hal ini, bahan masker kain yang merupakan campuran kapas dan poliester paling efektif dalam mencegah penyebaran influenza.
Jenis tekstil ini banyak ditemukan pada sebagian besar T-shirt atau sarung bantal di sekitar rumah. Bahan ini bisa memblokir virussekitar 70 persen. Selain itu, bahan ini juga nyaman digunakan untuk kulit wajah.
Tetapi, penggunaan masker terlalu sering juga akan berdampak pada kulit. Karena kelembapan area wajah ketika memakai masker bisa menyebabkan kulit terasa lecet di sekitar mulut.
Guna meringankan efeknya, Anda bisa memakai pelembap setiap malam untuk membantu memulihkan dan memperbaiki kulit. Jangan lupa memilih pembersih yang lembut saat mencuci wajah untuk menghindari iritasi kulit lebih lanjut.
Baca Juga: Pasien Virus Corona Covid-19 Alami Masalah Pencernaan, Ini Temuan Studi!
Sementara, orang dengan kulit sensitif boleh saja menggunakan masker wajah. Tetapi, saat kulit merasa teriritasi, maka Anda harus memakai pelembap yang bisa menghidrasi kulit.
Pelembab ini juga berfungsi sebagai pelindung kulit. Adapun produk yang disarankan mengandung ceramide, squalene, niacinamide dan/atau asam hyaluronic.
Jangan lupa memakai pelembap wajah untuk membantu memulihkan dan melindungi kulit Anda. Tetapi, fokuslah pada produk yang menghidrasi kulit. Karena, beberapa produk anti-penuaan bisa mengiritasi kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun