Suara.com - Pasien Diabetes Rentan Kena Virus Corona Covid-19, Kenali Gejala Khasnya!
Pasien diabetes adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap infeksi virus corona Covid-19. Penyakit menular ini bisa menyebabkan komplikasi parah pada penderita diabetes, seperti pneumonia.
Diabetes adalah kondisi metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah tinggi. Karena itu dilansir oleh medicalnewstoday.com, sistem kekebalan tubuh pada penderita diabetes tidak mampu bekerja dengan baik untuk melawan virus.
Terlebih, virus corona jenis baru ini juga bisa berkembang di lingkungan dengan glukosa darah tinggi.
Selain itu, diabetes juga membuat tubuh penderita dalam kondisi peradangan tingkat rendah. Kondisi inilah yang menyebabkan respons penyembuhan tubuhnya melambat.
Kadar gula darah yang tinggi, bila bersamaan dengan peradangan terus-menerus akan semakin menyulitkan penderita diabetes pulih dari infeksi virus corona Covid-19.
Bagi penderita diabetes dilansir oleh diabetes.org, perlu memerhatikan potensi gejala COVID-19 termasuk demam, batuk kering dan sesak napas.
Pada orang dewasa, tanda-tanda peringatan darurat seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, termasuk:
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Merasa nyeri atau tekanan yang menetap di dada
- Kebingungan atau ketidakmampuan untuk bangkit
- Bibir atau wajah kebiru-biruan
Jika Anda merasa sedang mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter. Tapi, Anda juga perlu memersiapkan beberapa hal ketika menghubungan tenaga medis.
Baca Juga: Bikin Terharu! Sempat LDR, Pasangan Lansia Menikah di Tengah Pandemi Corona
- Jelaskan gejala yang Anda alami, termasuk merasa mual dan hidung tersumbat atau tidak.
- Laporkan kadar glukosa Anda
- Laporkan keton Anda
- Pantau asupan cairan Anda (Anda bisa menggunakan botol air 1 liter)
Semua penderita diabetes disarankan menghubungan layanan kesehatan darurat bila mengalami gejala parah yang mengarah pada corona Covid-19.
Meskipun penderita diabetes berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius dari COVID-19, Anda bisa menurunkan risikonya dengan memertahankan kadar gula darah.
Berita Terkait
-
5 Varian Nastar Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Cemilan Aman untuk Lebaran
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Waspada Gula Darah Naik? Ini Jawaban Ilmiah Konsumsi Kurma untuk Diabetes
-
Apakah Kurma Aman untuk Diabetes? Cek Batasan Konsumsinya
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026